Pemkab Asmat Diminta Bangun 3 Bak Penampung Air

Bagikan Bagikan




SAPA (ASMAT) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat diminta untuk membangun tiga bak penampung air, masing-masing di Kampung Kaye, Aswet dan Syuru Distrik Agats. Tiga kampung yang berada di ibukota kabupaten itu selalu menghadapi persoalan krisis air.

Kepala Kampung Kaye, Albertus Ombercum mengatakan, pemerintah daerah perlu membangun beberapa bak penampung air untuk ketiga kampung tersebut. Pemerintah, katanya, memang berencana membangun sebuah bak penampung di Kaye, tapi itu tidak akan mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Tiga kampung dalam kota Agats ini saling berdekatan, dan air merupakan kebutuhan yang vital. Kami berharap kalau boleh dibangun lagi dua bak penampung,” kata Albertus, Rabu (30/8).

Ia mengungkapkan, masyarakat di sejumlah kampung di Agats selalu krisis air saat musim kemarau tiba. Ada beberapa warga yang sudah sumur-sumur sementara, namun airnya keruh sehingga tidak dapat dikonsumsi.

“Siang malam kita timba, tapi airnya kotor. Kami harap tidak hanya satu, kalau boleh tiga. Bukan untuk kami di Kaye saja, tapi saudara-saudara di Syuru dan Aswet juga,” pintanya.

Sependapat dengan Albertus Ombercum, Yulianus Besmbai, Kepala Kampung Aswet mengungkapkan, saat musim kemarau, masyarakat mengambil air di dusun-dusun yang letaknya cukup jauh dari pemukiman. 

“Jangan hanya satu, tapi bangun juga di Aswet dan Syuru. Selama ini masyarakat kami timba di dusun-dusun. Baru timbanya malam saat air naik, mereka harus pakai obor atau senter ke dusun,” ungkapnya.

Sementara Bupati Asmat, Elisa Kambu menegaskan, pembangunan bak penampung air menjadi perhatian pemerintah setempat. Ia mengakui masalah kekurangan air terjadi hampir di semua kampung.

“Kita di Asmat air banyak, tapi tidak bisa dikonsumsi. Kita rencana bangun di Kaye dengan luas lahan 4000 meter persegi. Kemungkinan kita bisa bangun sekitar 3 bak di situ, tapi nanti secara bertahap,” kata Elisa Kambu.

Selain membangun bak-bak penampung air, tambah Bupati Elisa Kambu, pemerintah setempat juga sedang mencari solusi untuk mengatasi persoalan air di daerah lumpur dan berawa-rawa itu.


“Kita sedang melakukan survey dan kajian untuk memanfaatkan air sungai sebagai sumber air bersih, tapi itu harus dengan alat. Mudah-mudahan bisa terwujud,” pungkasnya. (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment