Pemkab Bayar Tanah Ulayat Melebihi Permintaan Warga

Bagikan Bagikan




SAPA (ASMAT) - Pemerintah Kabupaten Asmat siap membebaskan lahan dan membayar tanah ulayat masyarakat Asmat di Kampung Kaye, Distrik Agats melebihi permintaan pemilik ulayat tanah. Sebelumnya masyarakat pemilik ulayat meminta kompensasi Rp 10.000 per meter persegi. Pemerintah malah menaikan harga menjadi Rp 12.500 per meter persegi.

“Bapak dorang minta Rp10 ribu per meter persegi. Saya naikkan jadi 12.500 per meter persegi. Jadi pemerintah nanti kasih Rp 500 juta, bukan Rp 400 juta. Supaya nilai harga tanah itu ada peningkatan sedikit. Karena masyarakat sudah sangat berkontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Asmat,” kata Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos dalam rapat kesepakatan pembebasan tanah pemilik ulayat itu di Kantor Bupati Asmat, Selasa (29/8).

Bupati Kambu menegaskan pemerintah akan membebaskan lahan seluas 400 meter persegi di Kampung Kaye untuk pembangunan sebuah bak penampung air berukuran 30 x 25 meter.

Kepada warga, Bupati Asmat menjelaskan pemerintah setempat membutuhkan lahan seluas 400 meter persegi untuk pembangunan bak-bak penampung air di Kota Agats. Jika masyarakat ulayat menyetujui nominal kompensasi yang diberikan pemerintah daerah, maka dalam waktu dekat akan dilakukan pengukuran.

“Sebentar Dinas Pemukiman Pertanahan, Bagian Pemerintahan, Kepala Distrik dan Dinas PU langsung pergi ukur. Siapkan dokumen, lalu kita cari uang supaya bisa diselesaikan besok,” katanya.
Mewakili masyarakat Kaye, Kepala Kampung, Albertus Ombercum menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah bersedia membebaskan lahan dimaksud, bahkan menambah uang kompensasi.

“Kami sangat berterima kasih kepada pak bupati. Kami bersyukur karena pemerintah menambah nilai  yang diminta masyarakat,” ujarnya.

Albertus mengungkapkan, warga lebih berterima kasih lagi  karena pemerintah daerah mampu menjawab kebutuhan masyarakat dengan membangun bak penampung air. Masalah kekurangan air bersih di Kota Agats sangat vital.

“Kami berterima kasih, kebutuhan utama warga terjawab dan malah memberikan uang kompensasi kepada warga pemilik ulayat melebihi apa yang diminta warga. Karena itu kami sangat berterima kasih. Selama ini waktu musim kemarau, masyarakat susah cari air. Bahkan gali sumur-sumur sementara, itupun airnya keruh. Kami sangat mendukung dan menyambut baik upaya pemerintah menyediakan bak penampung air,” ujarnya. (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment