Pemkab Dorong 40 Puskesmas di Jayawija Teregistrasi

Bagikan Bagikan



SAPA (WAMENA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Provinsi Papua sedang mendorong 40 puskesmas yang ada di sana agar teregistrasi di Kementerian Kesehatan RI.

"Dari keseluruhan puskemas yang ada, baru 13 yang sudah teregistrasi di Kementerian Kesehatan," kata Sekda Kabupaten Jayawijaya Yohanis Walilo di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Jumat (25/8).

Menurut dia, beberapa puskemas belum teregistrasi karena baru dibangun sehingga perlu penambahan tenaga medis dan fasilitas kesehatan.

"Kalau sudah "ok" itu akan kita ajukan untuk lakukan akreditasi," katanya.

Secara aturan, menurut Sekda, semua puskesmas harus teregistrasi agar dianggap layak lakukan pelayanan kesehatan.

"Jadi ketika ada bantuan misalya JKN dan lain-lain mereka (puskesmas yang teregistrasi) bisa menerima untuk peningkatan pelayanan kesehatan," katanya.

Sekda menambahkan bahwa sedang dilakukan inventarisir terhadap puskesmas-puskesmas yang tidak aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Saya sudah perintahkan kepala dinas untuk segera inventarisir, lapor supaya kita ganti kepala puskesmasnya, karena kepala puskesmas yang lalu itu sudah ikut 'fit and propertest', kita tunjuk dengan kesediaan untuk melaksankaan tugas, ternyata dalam pelaksanaan tidak jalan, ya menjadi kewenangan pemerintah untuk ganti," katanya.

Salah satu puskesmas yang pelayanannya sempat terhenti selama kurang lebih tiga bulan adalah Puskesmas Musatfak, namun sudah beroperasi lagi. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment