Pemkab Lakukan Sensus Penduduk, Pembangunan dan Ekonomi di Asmat

Bagikan Bagikan


SAPA (ASMAT) - Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Asmat akan melakukan sensus penduduk, pembangunan dan ekonomi di 224 kampung di Kabupaten Asmat.

Sebelum kegiatan sensus dilakukan, para pimpinan OPD dan staf diberikan sosialisasi serta bekal pengetahuan terkait sensus oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Asmat di Aula BPKAD setempat, Sabtu (12/8).

Sekretaris Daerah (Sekda) Asmat, Bartholomeus Bokoropces mengatakan, pemerintah berupaya memperoleh data dasar atau acuan tentang jumlah penduduk, pembangunan dan ekonomi di 224 kampung. Oleh karena itu, perlu dilaksakanan sensus.

“Ini merupakan tugas besar. Pemerintah daerah sangat membutuhkan data dasar pembangunan di 224 kampung. Untuk itu difokuskan sensus kependudukan, pembangunan dan ekonomi,” kata Bartholomeus.

Guna memperoleh acuan pembangunan yang valid, ia berharap para kepala OPD dan stafnya benar-benar melaksanakan sensus sesuai dengan tupoksi. Data tentang kependudukan, pembangunan dan ekonomi akan sangat berarti bagi pemerintah setempat dalam menerapkan berbagai program dan kebijakan.

“Bapak ibu dianggap layak mendapatkan tugas ini. Karena itu, lakukan dengan serius agar data benar-benar akurat. Data sensus akan membantu proses pembangunan di Kabupaten Asmat,” terangnya.

Petugas sensus pemerintah daerah setempat diminta untuk melakukan pendekatan secara persuasif kepada masyarakat di kampung-kampung. “Karena karakter masyarakat di setiap kampung itu berbeda,” katanya mengingatkan.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Asmat, Frans Sinurat mengatakan, data sensus tersebut sangat dibutuhkan untuk mengimplementaiskan visi misi pembangunan Kabupaten Asmat.

“Kita butuh valid terkait jumlah orang asli Papua, orang asli Asmat, non Papua, data  tentang anak umur 0-4 tahun dan lansia umur 60 tahun ke atas. Termasuk soal penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, keadaan sosial, budaya dan ekonomi masyarakat di kampung,” kata Sinurat.

Ia menambahkan, sensus tersebut dilaksanakan berdasarkan peraturan bupati Asmat dan surat gubernur Papua. “Ada 180 ASN perwakilan OPD yang menjadi petugas sensus. Tim diharapkan bisa mensinkronkan data yang sudah ada dengan data di lapangan,” pungkasnya. (Nuel)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment