Penanganan Limbah B3 Perlu Dioptimalkan

Bagikan Bagikan




SAPA (MERAUKE) - Wakil Bupati Merauke, Papua, Sularso mengatakan, seiring pertumbuhan dan kemajuan pembangunan, dipastikan adanya peningkatan kuantitas limbah yang bersumber dari rumah tangga, perkantoran, perusahaan dan aspek lainnya.

Untuk itu, semua pihak diminta dapat menyikapinya dengan pengelolaan limbah secara optimal demi kesehatan, atau penanganan limbah yang dapat mendatangkan keuntungan dan memiliki nilai ekonomis terhadap masyarakat.

Penegasan itu dikatakan Sularso ketika membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3) yang digelar Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Merauke, Selasa (29/8).

Menurutnya pelaksanaan Bimtek penting untuk memberikan pemahaman dan langkah antisipasi penanganan limbah. Namun perlu ada tindak lanjut dan aksi nyata dalam pengelolaan limbah serta sampah.

“Ini dilakukan untuk mencegah, mengatasi dan menanggulangi keadaan hal-hal yang tidak kita inginkan dalam pengelolaan limbah B3, sehingga dapat mengurangi risiko tidak tertanganinya limbah dengan optimal,” katanya.

Sularso mengharapkan seluruh komponen masyarakat ikut peduli dan berperan aktif mengelola limbah yang baik. “Jika sampah tidak dikelola maksimal, akan memberikan dampak buruk terhadap pencemaran lingkungan dan kelangsungan hidup masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, kata Sularso seiring meningkatnya aktifitas dan tingginya pertumbuhan penduduk, penggunaan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) pada kegiatan perindustrian ikut meningkat. Ia mencontohkan, disektor kesehatan, pertambangan maupun rumah tangga, telah menyebabkan meningkatnya pencemaran yang diakibatkan pembuangan limbah B3 terhadap lingkungan.


Dikatakannya masalah sampah dan limbah B3 sudah menjadi pekerjaan rumah pemerintah dan masyarakat. Untuk itu, perlu dikelola dan dimanfaatkan secara benar dan bertanggung jawab sesuai kewenangannya agar kesehatan lingkungan maupun manusia terhindar dari resiko akibat terpapar limbah B3.(Nuryani/Arjuna)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment