Penangkapan Ikan di Asmat Hanya Khusus Bagi OAP

Bagikan Bagikan

SAPA (ASMAT) – Nelayan dari luar daerah ataupun warga non-Papua, dilarang menangkap ikan dengan menggunakan jaring, pukat atau peralatan tangkap lainnya di perairan Asmat. Kecuali dengan alat pancing.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Asmat, Sukarno, baru-baru ini. Menurut dia, larangan tersebut diatur oleh regulasi daerah setempat. Warga non-Papua hanya boleh membeli ataupun menampung ikan dari nelayan pribumi.

“Itu diatur dengan peraturan daerah (Perda). Masyarakat luar tidak diperkenankan menangkap ikan dengan jaring atau pukat. Hanya bisa mancing. Kebijakan ini untuk mendorong masyarakat lokal agar benar-benar memanfaatkan sumber daya alamnya,” ungkap Sukarno.

Menurutnya, peraturan itu telah diterapkan sudah sejak lama, dari periode bupati sebelumnya. Sejak diberlakukan, hingga kini tidak ada warga non-Papua yang menangkap ikan dengan jaring atau pukat.
Dalam peraturan itu dijelaskan, nelayan non-Papua hanya boleh menangkap ikan dengan menggunakan jaring atau pukat jika berada sejauh 24 mil dari garis pantai.

“Kalau dipinggir-pinggir tidak boleh, itu hak masyarakat asli Papua. Itu keunikannya di sini. Aturan ini ada dampak positif dan negatifnya. Kalau positif, ikan sangat melimpah. Tapi belum diolah maksimal,” tuturnya.

Pemerintah, kata dia, mendorong nelayan pribumi untuk memanfaatkan sumber daya kelautan dan perikanan yang melimpah di daerah itu. Sejumlah bantuan berupa viber, longboat, jaring maupun alat tangkap ikan, dialokasikan setiap tahun.

“Setiap tahunnya pasti ada pengadaan sekitar 100-150 bantuan sarana maupun alat tangkap. Itu dibagi per kelompok. Dan hampir di semua kampung ada kelompok nelayan. Kita berharap dengan adanya peraturan itu dan bantuan-bantuan, masyarakat asli Papua bisa mengubah pola hidupnya,” kata Sukarno.

Ia menambahkan, tahun ini pemerintah setempat berencana mengalokasikan lagi 250 viber, dan jaring kurang lebih sebanyak 2000-an pics pada bulan September mendatang.


“Kami akan mengawasi dan melakukan pendampingan. Ada sekitar 33 PPL kami di lapangan yang bertugas mendampingi, melakukan penyuluhan dan sebagainya,” katanya. (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment