Pendamping Desa Dipecat Jika Tidak Laksanakan Tugas

Bagikan Bagikan


SAPA (ASMAT) – Ketua Pantia Perekrutan Pendamping Lokal Desa (PLD) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Asmat, Martinus Yumame mengungkapkan, setelah para pendamping direkrut, mereka akan menandatangani kontrak kerja.

Di mana dalam satu pasal dari kontrak tersebut, pendamping siap diberhentikan alias dipecat jika tidak melaksanakan tugasnya dengan baik di kampung.

“Kami akan pantau dan awasi mereka. Siapa yang tidak bekerja dengan baik, itu akan diberi teguran hingga dua kali. Kali ketiga, yang bersangkutan langsung ‘dikasih putus’. Masih banyak orang yang mau bekerja,” tegasnya, kemarin.

Tahun lalu, menurut dia, pemerintah setempat menyoroti kinerja pendamping yang kurang maksimal di kampung-kampung. Sehingga untuk tahun ini, kontrak kerja pendamping lebih diperketat.

“Dalam kontrak itu tertuang jelas tanggung jawab dan haknya. Ada sanksi jika mereka tak bekerja dan tinggal di kampung. Yang malas akan diganti dengan yang siap bekerja,” ujarnya.

Martinus mengungkapkan, perekrutan pendamping desa tahun 2015-2016 lalu tidak sesuai mekanisme dan prosedur yang ditentukan oleh pemerintah pusat. Mereka hanya direkrut, diberi pelatihan dan selanjutnya ditempatkan.

“Tapi kali ini mereka lebih banyak pelatihan dan pembinaan untuk bagaimana membantu pemerintah kampung mengelola dana-dana desa. Jadi mereka harus standbye untuk pendampingan di kampung,” ujarnya.

Martinus mengatakan, pemerintah daerah melalui DPMK setempat akan ikut memantau dan mengawasi kinerja pendamping lokal desa. Mereka diwajibkan membantu pemerintah kampung menyusun APBK, program dan membuat laporan pertanggungjawaban.

“Kami sudah rekrut 224 PLD sesuai dengan jumlah kampung yang ada, sehingga nanti satu orang bertugas di satu kampung. Mereka akan digeser setelah pelantikan kepala kampung yang direncanakan bulan ini,” pungkasnya. (Nuel)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment