Pendulang Emas Perlu Dievakuasi dari Kali Kabur

Bagikan Bagikan



SAPA (TIMIKA) - Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar menegaskan para pendulang tradisional perlu segera dievakuasi dari Kali Kabur, Tembagapura, Kabupaten Mimika, guna menghindari jatuhnya korban jiwa lagi akibat bencana longsor.

"Kita terus memberikan imbauan masyarakat pendulang dari tempat-tempat yang rawan. Kami juga telah melokalisir serta mengevakuasi mereka agar tidak lagi menempati tempat-tempat yang dapat membahayakan keselamatan jiwa mereka," kata Boy Rafli di Timika, Selasa (1/8).

Boy Rafli menegaskan hal itu ketika menyikapi kasus tewasnya dua pendulang tradisional setelah tempat tinggal sementara (kamp) mereka di perbatasan Utikini Lama-Banti, Tembagapura diterjang material batu dan pasir pada Sabtu (29/7).

Kapolda mengatakan prihatin dengan kejadian tersebut.

Namun diperlukan penyadaran di kalangan pendulang tradisional bahwa mereka tidak boleh mendirikan tempat tinggal atau pemukiman di pinggir Kali Kabur, di lereng-lereng bukit yang terjal.

"Lokasi pemukiman pendulang itu memang sangat rawan. Apalagi ketika curah hujan tinggi maka acapkali terjadi longsor. Untuk keamanan diri para pendulang, maka mereka perlu segera dievakuasi atau direlokasi dari tempat-tempat itu," kata Boy Rafli.

Bencana longsor yang menimpa kamp pendulang tradisional di bantaran Kali Kabur perbatasan antara Kampung Utikini Lama dengan Kampung Banti, Distrik Tembagapura pada Sabtu (29/7) menyebabkan dua orang pendulang ditemukan meregang nyawa.

Kedua pendulang yang meninggal dunia itu atas nama Agus Sumarno (35) dan Sardino (30) yang sama-sama berasal dari Pati, Jawa Tengah.

Keduanya baru berhasil dievakuasi menggunakan alat berat dan dibantu oleh masyarakat serta aparat Polsek Tembagapura beberapa jam setelah terjadi longsor.

Beberapa waktu sebelumnya, jajaran Polsek Tembagapura, Koramil Tembagapura bersama Satuan Tugas Pengamanan PT Freeport sudah melakukan penertiban kamp-kamp pendulang tradisional dan masyarakat yang membuat kebun ilegal di sekitar area perusahaan karena berpotensi memicu bencana longsor. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment