Pengaktifan DPRD Tinggal Menunggu Waktu

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Karena belum diaktifkan kembali, sejumlah anggota dewan terpilih bersama simpatisannya melakukan aksi pemalangan di Jalan Cenderawasih dengan melakukan pembakaran ban bekas. Aksi itu dilakukan tepat di depan Gedung DPRD Mimika. Akibat aksi itu, Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengatakan pengaktifan kembali anggota dewan terpilih hanya menunggu waktu.
“Pengaktifan itu bukan ada ditangan Gubernur, tapi ada ditangan saya. Jadi mereka itu (Anggota dewan terpilih-Red) harus tahu, kenapa sampai saya lobi partai di pusat sesuai dengan kursi yang lama. Jadi mereka itu tidak boleh palang-palang, mereka harus tahu, itu artinya sudah tidak ada perubahan SK lagi, dan mereka tinggal diaktifkan saja,” ungkap Bupati Eltinus ketika dimintai keterangannya di Graha Eme Neme Yauware, Sabtu (12/8) sore, terkait aksi yang dilakukan anggota dewan terpilih.

Sebelumnya pada Sabtu siang, karena kecewa terhadap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dan Gubernur Papua Lukas Enembe, sejumlah anggota dewan terpilih melakukan aksi pemalangan dan pembakaran ban di Jalan Cenderawasih, tepat didepan Gedung DPRD Mimika. Mereka meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengatasi permasalahan keanggotaan DPRD Mimika sebelum tanggal 17 Agustus 2017 atau perigatan HUT RI ke-72.

Diduga adanya polemik internal antar sejumlah anggota dewan terpilih dengan Bupati Eltinus Omaleng, menyebabkan kevakuman di DPRD Mimika. Fungsi pegawasan, penganggaran dan legislasi tidak berjalan kurang lebih 10 bulan semenjak SK peresmian keanggotaan DPRD Mimika dicabut kembali oleh Gubernur Papua pasca putusan PTUN Jayapura.

Dalam aksi yang dilakukan, Markus Timang yang merupakan salah satu anggota dewan terpilih, mengatakan bahwa selama ini telah terjadi ketimpangan dalam roda pemerintahan di Mimika, dikarenakan pihak eksekutif tidak menggandeng baik pihak legislatif dan yudikatif, sehingga tidak adanya pengawasan terhadap anggaran yang digunakan eksekutif.

“Tiga lembaga ini (Eksekutif, legislatif dan yudikatif-Red) tidak berjalan bersama,” kata Markus Timang dalam orasinya saat aksi berlangsung.

Sementara itu Saleh Alhamid yang juga merupakan anggota dewan terpilih, mengatakan aksi pemalangan dan pembakaran ban bekas yang dilakukan merupakan bentuk kekecewaan terhadap pemerintah baik kabupaten, provinsi juga pusat. Karena dianggap tidak mampu menyelesaikan permasalahan DPRD Mimika.

“Aksi ini sebagai aksi protes, karena pemerintah tidak mampu selesaikan persoalan DPRD Mimika,” tegasnya.

Saleh beserta anggota dewan terpilih lainnya dan juga simpatisan, menegaskan kepada Mendagri, Gubernur dan Bupati untuk segera mengaktifkan keanggotaan DPRD Mimika sebelum puncak HUT RI Ke 72. Jika tidak, maka anggota DPRD Mimika tidak akan melibatkan diri dalam upacara 17 Agustus nanti. Karena pada saat upacara 17 Agustus yang berhak membaca naskah teks proklamasi adalah Ketua DPRD Mimika.

“Kami minta sebelum tanggal 17 Agustus DPRD Mimika sudah diaktifkan,” tegas Saleh bersama seluruh anggota dewan terpilih dalam aksi ini.

Atas kekecewaan yang tak kunjung diaktifkan, didalam aksinya sejumlah anggota dewan terpilih juga melakukan pembakaran jas atau kemeja safari DPRD Mimika yang dikenakan pada saat aksi, sebagai wujud protes keras kepada pemerintah.

Akibat aksi ini, arus lalu lintas yang menghubungkan dari Kota Timika ke wilayah SP 2 hingga Kuala Kencana menjadi terganggu. Bahkan aksi serupa juga dilakukan di Jalan C. Heatubun, sehingga pengguna jalan terpaksa melewati area Irigasi, Jalan Hasanuddin tembusan SP 5.

Setelah melalui koordinasi yang baik bersama pihak kepolisian, pemalangan jalan utama Cenderawasih dan jalan alternatif C.Heatubun (Jalan Baru) akhirnya dibuka sekitar Pukul 16.00 WIT.
Sementara itu salah satu anggota dewan terpilih dari Partai Bulan Bintang (PBB), Kristian Viktor Kabey, kepada Salam Papua via telepon mengatakan, sebagai warga negara yang baik, sebagai anggota DPRD Mimika terpilih sekaligus sebagai perwakilan masyarakat yang harus menjadi contoh, pihaknya tetap akan mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati HUT RI ke 72. Pernyataan ini ditegaskannya tidak ada sangkut pautnya dengan pengaktifan kembali keanggotaan DPRD Mimika. “Jadi kita tetap ikut upacara bendera nanti,” tegasnya. (Ricky Lodar/Saldi)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment