Pengaktivan DPRD Kandas di Gubernur

Bagikan Bagikan
SAPA (TIMIKA) - Puluhan politisi dari sejumlah partai  di Mimika mengaku sangat kecewa dengan proses pengaktivan DPRD Mimika yang sampai saat ini masih kandas, kendati sudah hampir setahun terakhir vakum. Puluhan politisi ini mempertanyakan kandasnya proses pengaktifan DPRD Mimika, yang kini ada di tangan Gubernur Papua.

Pada kunjungan terakhir Gubernur Provinsi Papua Juni lalu, ia sudah berjanji untuk mempercepat proses SK DPRD Mimika pasca pleno pada 18 Mei 2017 lalu. Namun hingga kini tak kunjung ada realisasi, bahkan setelah disusul surat dari Kementerian Dalam Negeri, Gubernur Papua belum menepati janjinya.


Merasa kecewa dengan itu,  puluhan politisi ini menyatakan tidak akan mengibarkan bendera merah putih pada 17 Agustus 2017 ini sebagai wujud protes atas terkekangnya hak-hak masyarakat Kabupaten Mimika, yang dianggap telah dijajah oleh para pucuk pimpinan di negeri ini, baik Bupati, Gubernur maupun Mendagri.

Kepada sejumlah wartawan, Mathius Uwe Yanengga dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Theo Dekme dari Partai Bulan Bintang, di Kantor DPRD Mimika, Rabu (9/8) menegaskan, pihaknya akan mengajak seluruh pendukung, serta keluarga untuk tidak mengibarkan bendera merah putih yang menandai kemerdekaan negara ini lantaran pihaknya merasa masih dijajah oleh kepentingan politik pimpinan daerah.

“Kami mengajak massa pendukung kami, keluarga kami termasuk kami juga tidak akan mengiktui upacara 17 Agustus. Untuk apa kalau kita belum merdeka,” katanya.

Yanengga menjelaskan, masalah DPRD yang nota bene adalah kepentingan masyarakat tidak pernah mendapat perhatian dari negara.

Theo Dekme menambahkan, negara ini telah membuat perwakilan masyarakat yang ada saat ini menjadi bingung. Padahal lanjutnya, semua menyadari bahwa jelang Pilkada 2018  penting sekali untuk ada DPRD.

Karena itu ia memastikan imbauan untuk menaikkan bendera di rumah masing-masing itu tidak akan terjadi  bila Gubernur Papua masih menahan kebebasan DPRD Mimika.

“Kasih naik bendera di halaman masing-masing, itu tidak akan terjadi, “ tegasnya. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment