Pengamat: Kurikulum 2013 Dorong Siswa Lebih Kreatif

Bagikan Bagikan



SAPA (LEBAK) - Pengamat pendidikan Tuti Tuarsih mengatakan penerapan Kurikulum 2013 yang diberlakukan tahun ajaran 2017-2018 pada Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) mendorong siswa lebih kreatif dan inovatif dalam menerima proses pembelajaran.

"Penerapan Kurikulum 2013 itu anak-anak tidak menjadikan objek lagi, namun dituntut lebih kreatif dan inovatif, termasuk tenaga pengajarnya," kata Tuti Tuarsih saat dihubungi di Kabupaten Lebak, Minggu (13/8).

Kebijakan pemerintah untuk menerapkan Kurikulum 2013 bagian penguatan pendidikan karakter dalam menghadapi abad 21.

Konsep penerapan Kurikulum 2013 disambut positif oleh satuan tenaga kependidikan, praktisi pendidikan dan masyarakat.

Penerapan Kurikulum 2013 dapat meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Tanah Air.

Sebab, siswa harus mampu menguasai perubahan-perubahan zaman seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi.

Untuk itu, siswa dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Begitu juga guru sebagai inspirator dan fasilitator hanya mengarahkan saja kepada peserta didik agar memiliki kompetensi kemampuan analisa.

Dengan demikian, kata dia, guru harus mampu menguasai media pembelajaran agar siswa menguasai perubahan perkembangan zaman.

Misalnya, kata dia, media pembelajaran Biologi yang sebelumnya satu dimensi, namun kini sudah tiga dimensi sehingga guru mampu menganalisa perubahan perkembangan teknologi.

Perkembangan pendidikan sangat dinamis dan berubah-ubah sesuai dengan tuntutan zaman sehingga pendidikan harus mampu menjawab perkembangan zaman itu.

"Kami mendorong Kurikulum 2013 dapat meningkatkan kualitas pendidikan yang berkarakter dengan menguasai perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Tuti yang kini menjabat Kepala SMAN 1 Warunggunung Kabupaten Lebak.

Menurut dia, penerapan Kurikulum 2013 guru juga dituntut banyak belajar untuk meningkatkan kompetensi ketrampilan agar menguasai media pembelajaran.

Peningkatan belajar itu disesuaikan dengan perubahan zaman dan perkembangan teknologi.

Selain itu juga guru wajib memiliki sertifikasi kompetensi sehingga bisa mengembangkan diri sendiri dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan.

Karena itu, guru harus mengikuti revitalisasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) agar bisa menguasai bidang mata pelajaran.

Para guru dalam wadah MGMP bisa meningkatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui diskusi, analisa hingga berbagi pengalaman.

Selain itu juga guru mengikuti bimbingan teknis (Bintek) Kurikulum 2013 sehingga tenaga pendidik dapat menerapkan kepada peserta didik dalam menyampaikan mata pelajaran di sekolah.

Sebab, penerapan Kurikulum 2013 dituntut peserta didik mampu menguasai perkembangan teknologi juga perubahan-perubahan zaman.

"Kami yakin Kurikulum 2013 itu dipastikan kualitas dan mutu pendidikan dapat menjawab perkembangan era globalisasi menghadapi abad 21," katanya menjelaskan. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment