Penggunaan Dana Bos Asmat Disoroti

Bagikan Bagikan


SAPA (ASMAT) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Asmat menyoroti penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada hampir sebagian besar sekolah yag berada di pedalaman Kabupaten Asmat.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Asmat, Brent Jensenem, menegaskan agar Dinas Pendidikan setempat melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana Bos di sekolah-sekolah. Hasil monitoring anggota legislatif, ditemukan sejumlah sekolah yang tidak beroperasi, tapi mendapat dana tersebut.

Bahkan, ungkap Brent, pihaknya menemukan ada sejumlah oknum kepala sekolah yang tidak berada di tempat tugas, tetapi mereka justru mencairkan dana Bos pada saat digelontorkan pemerintah.

“Tidak semua ya, tapi memang ada oknum-oknum kepsek yang seperti itu. Mereka tidak bertugas, tapi saat pencairan ikut mengambilnya. Bisa dipastikan, program di sekolah tidak berjalan baik,” tuturnya.

Ia kembali menegaskan agar dinas terkait benar-benar fokus mengawasi penggunaan dana Bos. Oknum-oknum kepala sekolah yang mangkir tugas dan mencairkan dana Bos harus ditindak tegas.

“Ya itu harus ditindak ditegas, diberikan sanksi. Harus ada sanksi administrasi atau sanksi hukum, sehingga menjadi pelajaran bagi semua kepsek yang mengelola dana Bos. Kami temukan banyak sekolah yang tidak beroperasi, tapi pada pencairan, mereka juga terima,” katanya.

Daniel S. Toding, anggota Komisi C DPRD Kabupaten Asmat sependapat dengan Brent Jensenem. Menurutnya, dana Bos diberikan kepada sekolah untuk kesejahteraan sekolah itu sendiri.

“Tapi pemanfaatannya belum nampak. Saya juga turun monitoring terkait ini, banyak yang tidak pas atau sesuai sasaran,” kata anggota legislatif yang membidangi pendidikan itu.

Daniel mengatakan, kepala sekolah selaku pengelola anggaran harus bertanggungjawab melaporkan penggunaan dana tersebut.

“Yang jelas kami lihat itu belum kena sasaran. Dinas harus awasi, jangan sampai disalahgunakan. Di kota sudah cukup baik, tapi di kampung-kampung ini yang masih kabur air. Perlu diaudit dan kepsek diminta pertanggungjawabannya,” kata dia. (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment