Persakmi Gelar Seminar dan Workshop

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Cabang Mimika, menggelar seminar dan workshop program Surat Tanda Registrasi (STR) dan Sasaran Kerja Pegawai (SKP) anggota Persakmi di Mimika. Kegiatan berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Selasa (29/8) dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Philipus Kehek.

Dalam sambutannya disampaikan, selama tahun 2016 sampai 2017 semua profesi mulai muncul keatas permukaan. Sehingga ikatan profesi sangat penting. Dengan adanya Bidan, Dokter dan Perawat maka kesehatan masyarakat dapat dilayani dengan baik.

"Untuk itu pembentukan profesi kita harus dukung agar bisa berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang kita harapkan, "tuturnya.

Philipus berharap supaya ikatan profesi yang ada di Mimika harus berkoordinasi dan bergandengan tangan dengan Provinsi lain, untuk bagaimana meningkatkan kesehatan di Kabupaten ini.

Ditambahkannya, melalui kerja sama itulah kesehatan di Mimika dapat ditingkatkan. Tetapi juga setiap tenaga kesehatan harus memiliki kompetensi ijazah dan sertifikat yang benar agar tidak memberikan pelayanan yang palsu kepada masyarakat.

"Masalah kesehatan kita bisa lihat dari keberhasilan kita dilapangan. Jangan sampai kita kerja tidak miliki ijasah yang benar, sertifikat yang tidak benar dan memberikan pelayanan yang palsu ahkirnya membuat orang jadi korban, ini tidak baik. Sehingga masing-masing profesi harus mempertahankan,"harapnya.

Sementara itu ketua Persakmi Cabang Mimika, Karry Yarangga,SKM, MKes, MPH mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk anggota Persakmi Mimika, untuk bagaimana memperoleh STR bagi seseorang yang bekerja di Dinas Kesehatan untuk mengetahui standarisasi yang kemudian dipakai untuk fungsional kepangkatan diprofesi yang dikerjakan sehari-hari.

Disisi lain kata dia, keberadaan organisasi ikut mensukseskan apa yang dikehendaki oleh pemerintah yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan di Kabupaten Mimiia.

"Kalau kompetensinya terstandarisasi lalu ada program yang dapat meningkatkan kompetensi harapannya pelayanan kepada masyarakat lebih berkualitas, "ujarnya.

Dia menambahkan, kegiatan tersebut hanya berlangsung satu hari yang diikuti oleh 75 anggota yang memiliki kartu.  Sementara yang belum memiliki kartu anggota, diharapkan untuk bergabung dalam oraganisasi.


“Karena dengan wadah oraganisasi itulah maka setiap anggota yang menjalanlan profesinya dibidang kesehatan masyarakat bisa dimonitor dan berperan aktifitas dalam sektor swasta maupun di pemerintahan, "paparnya. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment