Persoalan Pekerja Ibarat Bom Waktu

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) - Salah satu praktisi hukum di Mimika, Albert Bolang, SH., MH mengatakan, persoalan pekerja PT Freeport Indonesia (PTFI), kontraktor dan privatisasi ibarat bom waktu. Bom waktu yang bisa meledak kapan saja apabila tidak ditangani dengan baik untuk mencari solusi mulai dari sekarang.

Albert mengakui, apa yang dilakukan pekerja berkaitan dengan aksi perusakan serta pembakaran sejumlah fasilitas milik perusahaan, merupakan tindak pidana murni. Itu menurutnya imbas dari kekecewaan pekerja terhadap perusahaan, yang memperlakukan pekerja kurang adil. Sehingga pekerja melakukan tindakan yang semestinya tidak harus dilakukan.

“Itu sudah masuk ke dalam hukum pidana. Tetapi bentuk kekecewaan ini adalah faktor dimana hukum itu tidak begitu dihargai, dalam arti bahwa bisa saja para pekerja ini merasa tidak diperlakukan adil sehingga mereka bertingkah anarkis,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Jalan Ahmad Yani, Kamis (24/8).

Selain itu, menurut Albert, apa yang dilakukan pekerja bisa juga ada sekelompok orang yang berada didalam organisasi serikat pekerja (PUK SPKEP SPSI PTFI atau PC SPKEP SPSI) yang tidak menginginkan persoalan tersebut diselesaikan ke ranah hokum. Sehingga perjuangan yang sedang diupayakan menjadi buntu, akibat tuntutan ekonomi didalam keluarga.

“Bisa saja ada kelompok-kelompok yang tidak mau proses hokum, sehingga mereka mengalami kebuntuan akibat waktu yang lama, dan terdesak faktor ekonomi,” terangnya.

Kondisi yang dialami oleh pekerja dianggapnya sudah berada diambang batas kesabaran bagi seorang manusia. Sehingga jika persoalan tersebut tidak segera diselesaikan maka, akan menimbulkan persoalan-persoalan diatas persoalan.

“Batas kemanusiaan akan muncul, dan anggap saja seperti bom waktu yang kapan saja bisa meledak,” ujarnya. (Ricky Lodar)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment