Pertikaian di Poumako Dipicu Masalah Penangkapan Ikan

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, pertikaian antar kelompok warga nelayan pribumi dan non pribumi yang berujung terjadinya penembakan oleh oknum anggota TNI AD dan menewaskan seorang warga, dilatarbelakangi masalah penangkapan ikan.

Hal ini disampaikan Kapolda saat menggelar jumpa pers bersama awak media di Mako Polres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Kamis (10/8) siang.
“Background mungkin berkaitan dengan proses aktivitas diwilayah perairan, masalah penangkapan ikan,” kata Kapolda.

Diketahui beberapa waktu lalu nelayan pribumi melakukan aksi terkait penangkapan hasil laut yang dilakukan oleh nelayan non pribumi. Menurut mereka aktivitas nelayan non pribumi menyebabkan hasil tangkapan nelayan pribumi menjadi berkurang. Dari aksi itulah ditindaklanjuti pemerintah dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), dengan mengeluarkan moratorium jadwal pengoperasian nelayan non pribumi.

Dari situlah sehingga nelayan pribumi melakukan perampasan perahu nelayan non pribumi karena dianggap melanggar jadwal operasi. Peristiwa perampasan itu berlanjut hingga ke Mako Polsek Kawasan Pelabuhan Poumako, yang berujung bentrok hingga menyebabkan terjadinya penembakan oleh oknum anggota TNI-AD berinisial Serka Y.

Kini menurut Kapolda, situasi di lokasi kejadian sudah kondusif. Dan upaya koordinasi terus dilakukan para pihak untuk mencari jalan keluar dari permasalahan pertikaian hingga penembakan yang terjadi, termasuk penanganan hokum atas kasus tersebut.

 “Situasi keamanan termasuk sudah bagus. Proses penyelidikan, latar belakang peristiwa, itu juga sudah dilaksanakan bersama-sama pihak-pihak terkait. Sudah dilakukan pengamanan-pengamanan indikasi potensi konflik. Kemudian koordinasi dengan tokoh adat masing-masing. Tinggal nanti kita koordinasikan tentang hal-hal yang harus diselesaikan secara hukum,” terang Kapolda.
Terkait alat bukti dua senjata api pistol yang ditemukan milik oknum anggota TNIAD, kini masih dalam pemeriksaan. Usai pemeriksaan nanti, penyidik yang tergabung dalam tim investigasi akan menyampaikan hasilnya.

“Masih dalam pemeriksaan, memastikan senjata api dan jenis amunisi yang digunakan. Hari ini kita belum mendengar hasil lengkapnya seperti apa,” ujar Kapolda.

Kesempatan yang sama, Kapolda menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal kekerasan. Terkait persoalan yang terjadi diharapkan dapat dipercayakan kepada pihak terkait untuk menanganinya.

“Yang jelas kita imbau kepada masyarakat, jangan lagi melakukan hal-hal kekerasan yang saling merugikan diantara kita masyarakat. Percayakan semua urusan sesuai mekanisme melalui jalur hukum yang ada,” imbau Kapolda Boy Rafli.

Sementara itu keterangan dari Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Muhammad Aidi, menyampaikan atas peristiwa ini telah dibentuk tim investigasi Kodam XVII/Cenderawasih. Tim dibawah pimpimpin Komandan Korem (Danrem) 174/ATW Brigjen TNI Asep Gunawan yang kini sudah berada di Timika melakukan proses investigasi.

Dalam jumpa pers Kamis malam di Resto & Hotel Cendewarasih 66, Danrem menyampaikan TNI AD akan terus berupaya mengikuti aturan dan taat terhadap hukum. Di TNI sendiri pihak penegak hukum adalah Pom, sehingga untuk sementara oknum anggota TNI AD yang terindikasi melakukan penembakan, telah diamankan ke Kodam untuk menjalani proses hukum.

“Anggota kita yang diduga dan memang membawa senjata itu, sekarang sudah diamankan oleh Pom dan sudah diproses. Dia sekarang ada di Kodam. Itu yakin akan diproses secara hukum, silahkan diikuti, itu akan diproses,” tegas Danrem Asep.

Sementara itu untuk hasil investigasi yang sementara dilakukan oleh tim investigasi utusan Kodam Cenderawasih, disampaikan Danrem hari ini, Jumat (11/8) disampaikan.


“Hasil yang sebenarnya, besoklah hasil investigasi yang sudah bekerja. Hanya memang sementara ini laporan-laporan dari masyarakat bahwa ada tembakan dua kali yang mengenai masyarakat. Untuk sementara terindikasi ada satu anggota intel Korem inisial Y yang mengeluarkan tembakan pistol, karena memang itupun terpaksa,” jelas Danrem. (Saldi)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment