PHI Solusi Persoalan Eks Karyawan dan Freeport

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Salah satu praktisi hukum di Mimika Albert Bolang, SH, MH meminta Management PT Freeport Indonesia (PTFI) dan Pimpinan Cabang (PC) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Mimika agar menempuh jalur hukum pada Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Jayapura apabila terjadi deadlock pada saat penyelesaian sengketa antara perusahaan dan karyawan (Bipartit) dan perundingan yang dimediasi oleh pemerintah (Tripartit).

“Terkait konflik yang dilakukan oleh eks karyawan Freeport dan kontraktor ini juga bagian dari perilaku bertahan (resistensi) hukum adanya kekebalan hukum. Baik Freeport dan karyawan semestinya ada upaya untuk menyelesaikan persoalan yang ditimbulkan,” kata Albert Bolang saat ditemui wartawan di ruang kerjanya di Jalan Ahmad Yani, Rabu (23/8).

Albert menjelaskan, Indonesia tidak menganut kevakuman hukum. Artinya persoalan yang dibiarkan tanpa ada penyelesaian hukumnya, tapi bisa dilakukan penyelesaian masalah melalui jalur mediasi untuk mempertemukan kedua bela pihak antara perusahaan dan karyawan. Karena, telah diatur dalam UU nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Menurut Albert, apabila terjadi sengketa antara perusahaan dan karyawan, maka sesuai undang-undang nomor 2 tahun 2004 tentang penyelesaian sengketa, didalamnya terdapat mekanisme dapat dilakukan untuk Bipartit (pertemuan yang dilakukan antara pengusaha dan Pengurus Serikat). Apabila tidak menemui kesepakatan maka ditingkatkan ke Tripartit. Artinya melibatkan mediator dalam hal ini pemerintah untuk menengahi proses sengketa antara pengusaha dan pekerja. Selanjutnya pemerintah akan menjadi mediator untuk menyampaikan apa yang menjadi hak dan kewajiban dari kedua belah pihak sehingga memunculkan suatu kesepakatan dalam bentuk kesimpulan yang akan diambil oleh pemerintah.

Namun apabila dalam perundingan Tripartit mengalami jalan buntu maka, sebaiknya diteruskan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Langkah tersebutlah yang harus diambil oleh kedua bela pihak, sehingga PHI yang nantinya akan memberikan keputusan terkait persoalan tersebut, namun terlebih dahulu PHI akan melihat kesimpulan yang didapat saat perundingan Tripartit.


“Kalau belum ada kesepakatan maka bisa teruskan ke PHI, jadi langkah hukum inilah yang harus diambil biar pengadilan yang menilai apakah memang proses terjadinya konflik hubungan industrial ini anjurannya sudah benar atau tidak maka mereka akan mengambil keputusan,” ungkapnya. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Mohon maaf jika postingan ini menyinggung perasaan anda semua tapi saya hanya mau menceritakan pengalaman pribadi saya yang mengubah kehidupan saya menjadi sukses. Perkenalkan terlebih dahulu saya Sri Wahyuni biasa di panggil Mba Sri, TKI tinggal di kota Pontian johor Malaysia,Saya berprofesi sebagai pembantu rumah tangga, tapi saya tidak menyerah dengan keadaan saya, tetap ikhtiar.
    pengen pulang ke indonesia tapi gak ada ongkos pulang. sempat saya putus asa,gaji pun selalu di kirim ke indonesia untuk biaya anak sekolah,sedangkan hutang banyak, kebetulan teman saya buka-buka internet mendapatkan nomor hp Mbah Suro +6282354640471 & 082354640471 katanya bisa bantu orang melunasi hutang nya melalui jalan TOGEL dan PESUGIHAN TAMPA TUMBAL...
    dengan keadaan susah jadi saya coba beranikan diri hubungi dan berkenalan dengan beliau Mbah Suro, Dan saya menceritakan keadaan saya lagi susah di negri orang. Beliau menyarankan untuk mengatasi masalah perekonomian saya, baiknya melalui jalan togel saja. Dan angka yang di berikan beneran tembus ,6D dan saya dapat RM.457.000 Ringgit selama 3X putaran. alhamdulillah terima kasih banyak ya allah atas semua rejekimu ini. walaupun ini hanya melalui togel..


    ReplyDelete