Pilkada di Papua Rawan Konflik

Bagikan Bagikan
SAPA (TIMIKA) – Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Papua yang akan dilaksanakan pada 2018 rawan konflik karena kemungkinan ada calon yang tidak menerima kemenangan salah satu pasangan. Mencegah terjadinya konflik ini, kepolisian akan memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat.

“Untuk mengantisipasi dampak Pilkada, kita akan terus membangun kesadaran masyarakat untuk berdemokrasi secara damai,” kata Boy saat ditemui wartawan saat menghadiri kegiatan baksos di halaman Kantor Distrik Miktim, Selasa (1/8).

Menurutnya, Pilkada serentak merupakan pesta demokrasi yang dilaksanakan untuk memilih kepala daerah untuk 5 tahun kedepan. Pesta demokrasi tersebut harus berjalan dengan baik dan jujur sehingga tidak terjadi permasalahan yang mengakibatkan korban jiwa.

“Karena Pilkada merupakan pesta demokrasi milik rakyat, maka menjadi tugas kita ialah mengajak masyarakat untuk jujur sehingga apa yang diharapkan bisa tercapai. Masyarakat menggunakan hak pilihnya tanpa ada rasa khawatir dan partisipasi masyarakat meningkat dalam menggunakan hak suaranya,” kata Boy.

Kapolda mengungkapkan stabilitas keamanan disuatu daerah, tidak terlepas dari pendekatan kepada masyarakat. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi potensi-potensi di tengah masyarakat yang akan memicu terjadinya konflik.
“Tugas kita adalah mengeliminir potensi-potensi rawan konflik,” katanya.  (Ricky Lodar)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment