Polisi Tangkap 14 Orang 4 Ditetapkan Tersangka

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Kepolisian telah menangkap 14 orang dan menetapkan empat diantaranya sebagai tersangka perbuatan pidana perusakan, pembakaran dan penganiayaan dalam peristiwa yang terjadi di Check Point 28, terminal bus Gorong-Gorong dan area PT Petrosea pada Sabtu (19/8).

Kapolres Mimika AKBP Vicktor Dean Mackbon ketika dikonfirmasi wartawan di Cenderawasih 66, Minggu (20/8), mengatakan tidak menutup kemungkinan ada penambahan tersangka karena polisi masih terus melakukan pemeriksaan terhadap  sejumlah orang yang diduga provokator dan pelaku dalam aksi tersebut.

“Pada prinsipnya semenjak ada kejadian tindakan anarkis dari non karyawan, kegiatan aktivitas masyarakat tetap berlangsung dengan normal, tidak terganggu. Sampai saat ini sudah 14 orang yang kita amankan, empat orang sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Mungkin nanti ada peningkatan tersangka lainnya, terutama terkait dengan para provokator,” katanya.

Terkait kerugian materil yang ditimbulkan, Kapolres mengatakan saat ini tengah dilakukan proses investigasi oleh tim gabungan Polres Mimika dan Polda Papua. Puluhan barang bukti kendaraan yang sebelumnya dirusak dan dibakar, telah diangkut ke Polres Mimika pada Minggu siang.

“Untuk kerugian materil, itu sedang dalam pendataan. Kita juga sedang melakukan olah TKP dalam rangka memenuhi pembuktian Pasal 184,”  ujar Kapolres.

Kapolres menegaskan oknum-oknum yang telah melakukan perusakan disertai pembakaran  harus mempertangungjawabkan perbuatannya secara hukum.

“Tindakan anarkis sudah dilakukan, tindakan kriminal sudah dilakukan, jadi ini perbuatan kriminal murni. Merusak barang, menjarah barang, terus menganiaya orang, itu tindakan pidana murni. Jadi  para pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut,” tegas Kapolres.

Pasca peristiwa pemblokiran terhadap akses Jalan Tambang area PT Freeport, kini situasi operasional PT Freeport sudah kembali berjalan lancar. Bahkan sudah ada perbaikan-perbaikan terhadap sejumlah fasilitas yang dirusak dan dibakar massa.

“Sudah ada perbaikan-perbaikan terhadap sejumlah fasilitas yang dirusak massa. Kegiatan-kegiatan operasional PT Freeport Indonesia juga tetap berjalan  normal,” ujar Kapolres. (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment