Program KB Upaya Cegah Kematian Ibu Melahirkan

Bagikan Bagikan


SAPA (BIAK) - Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional Surya Chandra Surapaty mengatakan, program Keluarga Berencana bukan hanya membatasi perempuan untuk memiliki anak, tetapi juga diharapkan dapat mencegah angka kematian ibu melahirkan.

Program keluarga berencana untuk menurunkan angka kematian ibu melahirkan, antara lain meningkatkan antenatal atau pemeriksaan kehamilan, persalinan, postpartum dan keselamatan bayi lahir, katanya di Biak seusai pencanangan 12 kampung KB, Senin (28/8).

Program KB lainnya, menurut Surya Chandra, diharapkan dapat memberikan layanan berkualitas terhadap perencanaan keluarga (KB) termasuk pelayanan infertilitas (ketidak suburan) Kepala BKKBN Surya Chandra menyebut, angka kematian ibu di Indonesia tercatat sangat tinggi mencapai 305 per 100.000 kelahiran.

Sementara di tahun 2016 angka kematian ibu melahirkan, lanjutnya, menunjukkan angka 4834 serta di tahun 2015 angkanya mencapai 4897, dan di tahun 2014 angkanya 5.048.

"Untuk data di Indonesia dari angka yang dilaporkan saja ada 400 ribu ibu meninggal setiap bulan, dan 15 ibu meninggal setiap harinya," katanya.

Ia berharap, peran orang tua dapat mencegah anak untuk tidak menikah di usia muda dibawah 21 tahun karena ini berisiko dalam tingkat kelahiran anak.

Dia berharap, pelayanan program KB di berbagai kabupaten/kota terus diperluas sehingga dapat meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya norma keluarga kecil bahasia sejahtera dan pembangunan keluarga.

Peran kampung KB diharapkan dapat menjadi pusat informasi bagi setiap warga dalam melaksanakan program keluarga berencana di setiap keluarga untuk mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas dan berkualitas.

Pelaksanaan program keluarga berencana di wilayah Kabupaten Biak Numfor hingga 2017 sudah menjangkau hingga ke pelosok kampung dengan pelayanan Posyandu dan pelayanan KB. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment