Puluhan Guru SM3T Siap Bertugas di Asmat

Bagikan Bagikan


SAPA (ASMAT) - Sedikitnya 50 guru program Sarjana Mendidik di Daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (SM3T) dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung bakal bertugas di sejumlah sekolah di pedalaman Kabupaten Asmat.

Penyerahan para guru SM3T berlansung Sabtu (26/8) di Aula Wiyata Mandala, Agats. Turut hadir, Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan Bidang Menengah Kementerian Pendidikan Profesor Yukon Putra, Bupati Asmat Elisa Kambu, Ketua Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan UPI Bandung Maulia, Koordinator SM3T Yudha Bimantoro dan tamu undangan lainnya.

Koordinator SM3T, Yudha Bimantoro mengatakan, guru-guru SM3T ditugaskan mengajar dan mendidik di sejumlah sekolah. Kehadiran mereka akan sangat membantu pemerintah daerah di sektor pendidikan.

“Terutama mengisi kekosongan para guru yang belum maksimal di beberapa distrik,” tuturnya.
Ketua Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan UPI Bandung, Maulia mengatakan, selain mengajar dan mendidik, para guru SM3T juga ditugaskan melatih para guru dalam pelaksanaan tugasnya di sekolah-sekolah.

“Para guru SM3T akan mengajar sesuai kemampuan, dan ini juga sebagai pengalaman bagi mereka. Semoga kehadiran mereka bisa membantu para guru maupun murid-murid di kemudian hari,” pungkasnya.

Bupati Asmat, Elisa Kambu saat menerima puluhan guru SM3T dari UPI Bandung, mengatakan pemerintah dan masyarakat setempat sangat berterima kasih. Kehadiran para guru SM3T sejauh ini sudah sangat membantu di bidang pendidikan.

“Guru-guru SM3T dari UPI sebelumnya juga sudah banyak mengabdi di tanah berlumpur Asmat. Untuk semua pengorbanannya, kami mengucapkan terima kasih,” kata Elisa Kambu.

Bupati Elisa Kambu mengingatkan masyarakat agar memperlakukan para guru magang itu dengan baik. Merespon kehadiran para guru tersebut, ia berharap masyarakat mendorong anak-anaknya untuk bersekolah.

Ia juga mengharapkan, para calon guru itu dapat beradaptasi, menjadikan Asmat sebagai rumah sendiri, dan tulus dalam pengabdiannya. “Pendidikan sangat penting bagi anak-anak kita. Orang tua punya tanggung jawab mendorong anak-anaknya sekolah,” kata Kambu.

Olehnya, pendidikan sangat penting dalam rangka pembangunan sumber daya manusia (SDM) generasi muda di Asmar. “Apa artinya kita berjuang memekarkan kampung, distrik dan kabupaten kalau pendidikan terabaikan,” ujar Kambu.

Bersama Wakil Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo, Elisa Kambu komit memprioritaskan pendidikan selama lima tahun ke depan.

“Pendidikan menjadi misi kami guna mewujudkan masyarakat maju, sejahtera dan bermartabat. Perubahan harus dimulai dari kita, bangkit dari keadaan terbelakang. Guna mencapai itu, kita harus sepakat untuk bertanggungjawab menyekolahkan anak-anak,” katanya.

Iajuga meminta para orang tua tidak lagi mengajak anak-anaknya ke hutan mencari nafkah untuk kebutuhan keluarga. Anak-anak usia sekolah bukan tulang punggung keluarga, tetapi orang tua yang bertanggungjawab. “Anak itu masa depan keluarga, kampung dan daerah ini. Jadi mereka harus sekolah,” pintanya. (Nuel)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment