Ratusan Guru YPPK Akhiri Mogok Kerja

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) - Sebanyak 263 tenaga pendidikan dan kependidikan yang didalamnya termasuk 85 guru kontrak Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Timika, kembali ke tempat tugas pascamogok mengajar satu bulan.

Direktur YPPK Timika, John Giyai di Timika, Jumat (25/8) mengatakan sejak Senin (21/8) pihaknya telah mengirimkan gurunya kembali ke tempat tugas masing-masing yang rata-rata berada di wilayah pesisir pantai dan pedalaman Mimika.

Pengakhiran mogok mengajar guru-guru YPPK tersebut menurut John merupakan permintaan langsung Uskup Keuskupan Timika, John Philipus Saklil sebagai pemilik yayasan.

Hal tersebut mengingat pertimbangan Uskup John agar pendidikan anak-anak Mimika tidak dikorbankan sementara ribuan guru-guru honor kabupaten Mimika menuntut insentif yang selama enam bulan belum terbayarkan oleh Dispendasbud Mimika.

"Kami sudah sosialisasikan permintaan Bapa uskup kepada para guru maupun tenaga kependidikan khusus di lingkungan YPPK dan mereka menerima untuk kembali menjalankan tugas mengajar di tempat tugas masing-masing," kata John.

Kendati kembali ke tempat tugas masing-masing, namun para guru ini tetap menuntut agar pemkab Mimika melalui Dispendasbud segera membayar apa yang menjadi hak mereka selama kurang lebih satu semester tersebut.

"Kami sebenarnya juga menyayangkan aksi mogok mengajar yang juga diikuti oleh seratusan guru PNS yang bertugas di sekolah-sekolah YPPK yang ada di pedalaman. Mereka juga ikut mogok mengajar padahal insentif mereka sudah dibayarkan, aneh," ujarnya.

Untuk itu ia mendesak Kepala Dispendasbud Mimika agar tegas mendisiplinkan para guru PNS yang sebenarnya banyak yang tidak menjalankan tugas dengan baik namun rutin menerima gaji bahkan insentif yang merupakan bentuk apresiasi bagi guru yang telah menjalankan tugas mengajar.

Sebelumnya kurang lebih delapan ratusan guru honor di berbagai sekolah milik yayasan dan pemerintah di Mimika melakukan aksi mogok mengajar yang diagendakan selama enam bulan sejak 17 Juli lalu.

Kesepakatan mogok mengajar tersebut merupakan buntut dari tarik ulur Dispendasbud Mimika yang hingga kini belum membayar dana insentif mereka selama enam bulan mengajar.

Sejumlah aksi demonstrasi digelar berhari-hari di depan kantor Dispendasbud Mimika, jalan Cenderawasih SP3 namun tidak ada angin segar yang diperoleh guru-guru tentang kejelasan pembayaran insentif.

John mengatakan bahwa jika masalah insentif guru ini belum juga dibayarkan oleh Dispendasbud Mimika maka pihaknya telah berencana untuk membawa persoalan ini ke jalur hukum termasuk ke pemerintah provinsi dan pusat. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment