Rendahnya Kesadaran Warga Membuang Sampah

Bagikan Bagikan


SAPA(TIMIKA) - Salah satu yang menyebabkan air tergenang atau banjir di Kota Timika dan sekitarnya disaat hujan, dikarenakan banyaknya sampah yang berserakan dan menyumbat saluran air seperti di drainase, selokan, kali maupun sungai. Terutama yang berada disekitaran pemukiman warga. Kondisi seperti ini juga sering dijumpai pada sejumlah lokasi sekitar Kota Timika, seperti diantaranya terlihat di Jalan Sam Ratulangi tepatnya RT 11 dan RT 15, Keluarahan Inauga.

Kepala Kelurahan Inauga, Yance Kristian Biunei mengatakan, banyaknya sampah berbagai jenis yang dibuang di drainase maupun kali, sudah terjadi sejak lama. Pemandangan itu seolah-olah menjadi kebiasaan warga yang sulit dihentikan.

“Sampah yang dibuang di kali atau di drainase sudah sering terjadi, bahkan menjadi kebiasaan sehingga drainase maupun kali berbau dan tidak bisa mengalir, yang pada akhirnya terjadi banjir,” katanya.

Dia menilai, kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan dinilai masih sangat minim, sehingga masih banyak yang membuang sampah di sembarang tempat yang membuat aliran air tersumbat dan berujung banjir. Terkait hal ini, kata Yance, pihaknya akan melakukan koordinasi.  

“Kita akan koordinasi terlebih dahulu dengan ketua-ketua RT untuk bagaimana caranya melakukan pembersihan,” katanya.

Menurutnya, jika sampah yang berserakan di drainase maupun di kali tidak segera dibersihkan, maka setiap kali hujan akan dibarengi terjadinya banjir atau air tergenang disekitaran Jalan Sam Ratulangi.

“Jadi, ini perlu dibersihkan. Mengenai anggaran sudah ada, tetapi harus didiskusikan dulu dengan warga setempat, apakah mau dibakar atau diangkut menggunakan mobil. Sebab volume sampah bukan sedikit, sekitar delapan sampai sembilan mobil,” katanya.

Yance berharap, kedepannya warga tidak lagi membuang sampah di tempat-tempat yang menjadi saluran air, agar ketika hujan air tidak tergenang.

“Harus ada kesadaran warga mengenai sampah, karena kalau tidak, meskipun sudah dibersihkan tetap sama saja. Sehingga perlu kepedulian dari semua kalangan mulai dari anak-anak sampai orang dewasa,” katanya. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment