Saber Pungli di Jayawijawa untuk Menekan Konspirasi

Bagikan Bagikan



SAPA (WAMENA) - Bupati Jayawijaya John Wempi Wetipo, Selasa (8/8) siang, melantik tim sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) untuk menekan dan menghilangkan konspirasi di jajaran aparatur pemerintah yang merugikan masyarakat.

Bupati John mengatakan, potensi pungli di Jayawijaya sangat banyak. Namun dengan adanya tim gabungan tersebut, pelayanan pemerintah kepada masyarakat bisa terbebas dari pungutan liar.

"Sektor yang potensial pungli itu banyak, hanya orang yang praktik pungli tidak pernah memberitahu orang lain, makanya melalui tim yang merupakan gabungan dari pemerintahan Jayawijaya, kepolisian, kejaksaan, pengadilan ini mereka bisa bersatupadu supaya tidak perlu ada konspirasi kalau dari satu sisi saja, sehingga pelayanan pemerintah bisa berjalan dengan baik," kata bupati.

Menurut dia, salah satu sektor yang bisa dilihat dan terindikasi adanya pungutan liar atau pelanggaran hukum adalah terkait pengelolaan dana desa di Jayawijaya.

"Dana desa inikan sudah tiga tahun berjalan tetapi dampaknya (dampak baik dari manfaat dana desa) tidak kelihatan apa-apa," katanya.

Ia mengatakan, pelantikan tim saber pungli yang berlangsung di Kantor Bupati Jayawijaya dan dihadiri Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar, merupakan instruksi Presiden Joko Widodo.

"Ini instruksi presiden dan sebenarnya sudah disampaikan hanya kita di Jayawijaya baru melaksanakan," katanya.

Di tempat yang sama, Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar menginstruksi bawahannya yang tergabung dalam tim saber pungli untuk mengurangi atau menekan tindakan koruptif di semua lini yang melakukan pelayanan publik di Kabupaten Jayawijaya.

"Pengawasan dana desa itu bagian dari pencegahan korupsi, dimana kita juga mengedepankan tindakan-tindakan penyelidikan, pencegahan. Seber pungli ini juga bisa lakukan pencegahan terhadap perbuatan-perbuatan yang mengarah ke korupsi di tingkat dana desa, tetapi sejauh ini belum ada laporan terkait penyalahgunaan dana desa," katanya. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment