Sagare Jadi Desa Pilot Project Proyek Pertanian Asmat

Bagikan Bagikan


SAPA (ASMAT) – Kampung Sagare di Distrik Awyu, menjadi kampung percontohan (pilot project) pengembangan pertanian modern, khusus tanaman padi bagi kampung-kampung lain di Kabupaten Asmat.

Di desa ini, Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian Asmat membuka lahan seluas 40 hektar untuk ditanami padi. Program tersebut didukung oleh Dinas Pekerjaan Umum setempat dengan membangun jaringan irigasi serta perumahan rakyat.

“Modelnya nanti, pemukiman tak jauh dari kebun. Lalu ditunjang irigasi. Tak hanya padi, dikembangkan juga komoditas lain. Masyarakat jadi lebih aktif berkebun,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian Asmat, Muhammad Iqbal, Rabu (9/8).

Kampung Sagare dipilih sebagai desa percontohan karena adanya dukungan dan partisipasi masyarakat. Mereka, kata Muhammad, memberikan tanahnya untuk dikelola menjadi lahan pertanian.

“Masyarakat dan pemerintah kampungnya benar-benar mendukung. Tanah tidak dibeli atau disewa. Mereka juga terlibat aktif membuka lahan tanpa diupah,” tuturnya.

Berdasarkan hasil survei, menurut Muhammad, potensi lahan pertanian di Sagare sebenarnya bisa digarap 300 hektar. Namun dilakukan dulu secara bertahap. Di kampung itu, 100 persen penduduknya adalah orang asli Papua.

Dijelaskan, pihaknya akan menata kampung-kampung lain di Kabupaten Asmat dengan model pertanian seperti di Kampung Sagare. “Kuncinya hanya satu, niat dan peran serta masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan pertanian di Sagare telah dimulai dari tahun 2009. Pada tahun 2016 lalu, dibuka 30 hektar lahan sawah dan tahun ini dinaikkan menjadi 40 hektar.


“Untuk diketahui, yang kita bina ini 100 persen masyarakat lokal. Jadi memang butuh proses. Mereka sudah beberapa kali panen,” tandasnya. (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment