Satgas Bantu Razia Narkoba di Sekolah

Bagikan Bagikan



SAPA (JAYAPURA) - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Papua New Guinea Yonif 410/Alugoro (Alg) menyosialisasikan dan membantu merazia narkoba di kalangan siswa SMP Negeri 5 Arso, Kabupaten Keerom, Papua, Rabu (2/8).

"Pelaksanaan sosialisasi dan razia narkoba serta barang terlarang ini dilaksanakan atas permintaan pihak sekolah kepada satgas untuk membantu dalam meminimalisir kenakalan siswa," kata perwira kesehatan Yonif 410/Alg Letda Ckm dr Rianto Khoirudin Manurung ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Rabu (2/8).

Sebelum dilaksanakan razia narkoba dan barang terlarang lainnya, kata dia, kegiatan itu diawali dengan penyuluhan atau sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba dari Satgas Pamtas Yonif 410/Alg yang diikuti oleh seluruh siswa dan juga dihadiri para guru serta staf sekolah SMP Negeri 5 Arso.

Setelah penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba selesai, lanjut dia, para siswa dibagi dua kelompok. Pertama bagi siswa yang terlibat pelatihan Paskibra dalam rangka menghadapi perayaan upacara HUT Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 2017 yang langsung diambilalih para pelatih dari Satgas Pamtas.

"Sisanya dikumpulkan di lapangan upacara oleh Kepala SMP Negeri 5 Arso Frans Asaribab SH, M.Pd untuk diberi pengarahan dan penjelasan perihal bahayanya penyalahgunaan barang-barang terlarang khususnya narkoba," katanya.

Hasil dari kegiatan razia ini, kata Rianto, tidak ditemukan barang-barang terlarang khususnya narkoba, tetapi satgas menemukan sebuah flask disk di dalam tas seorang siswa yang berisi film dewasa. Lalu flask disk tersebut diserahkan kepada guru yang terkait untuk ditindaklanjuti.

Sementara itu, arahan Kepsek SMP N 5 Arso Frans Assaribab di depan para siswanya menekankan tentang tata tertib dan larangan yang berlaku di sekolah tersebut, diantaranya melarang siswa membawa atau memakai perhiasan emas yang berlebihan dan membawa telepon seluler yang mahal harganya, pihak sekolah tidak bertanggungjawab dengan soal kehilangan barang.

"Siapa yang mau dengar, mau ikuti tata tertib kalian pasti akan berhasil, prestasi Anda pasti akan baik dalam belajar," katanya.

Yang berikutnya dilarang keras mengikuti kegiatan-kegiatan yang terlarang di masyarakat. Contohnya sudah mulai belajar coba gulung-gulung kertas (buat paketan ganja). "Saya tidak akan segan-segan menindak tegas dengan sanksi yang ada," katanya. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment