Satgas Intelejen Grebek Tempat Penjualan Miras

Bagikan Bagikan


SAPA (ASMAT) - Gabungan satuan tugas intelejen TNI Kodam XVII/Cenderawasih dan Kodim 1707/Merauke melakukan penggrebekan terhadap sebuah tempat usaha (kios) di Agats, Kabupaten Asmat yang diduga menjual minuman keras jenis berlabel, Sabtu (19/8) sore lalu.
Dari kios milik warga berinisial YY itu, petugas mengamankan barang bukti 27 botol Vodka berukuran 250 ml.

“Kami melakukan penggeledahan dan penyitaan pada hari Sabtu tanggal 19 Agustus. Barang bukti diamankan. Peredaran miras di Asmat cukup tinggi, dan kita peduli dengan masyarakat,” tegas Dantim Intel Kodam Cenderawasih XVII Pos Asmat, Serka Federik M. Manasawa yang memimpin penggrebekan.

Kata Serka Federik, masalah peredaran minuman keras di Kabupaten Asmat menjadi perhatian semua pihak, mulai dari masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan perempuan. Bahkan, Bupati Asmat Elisa Kambu baru-baru ini menekankan agar aparat keamanan dan masyarakat turut memberantas miras.

“Di Kabupaten Asmat ada Perda Nomor 14 tahun 2011 tentang Larangan Peredaran Miras, tapi kita lihat orang mabuk setiap hari di jalan-jalan. Penjualannya pun sangat bebas, ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Frederik menyatakan, barang bukti dan pelaku akan diserahkan kepada bupati sebagaimana yang telah diinstruksikan oleh Bupati Elisa Kambu agar penjual, pemasok dan pemimbun miras yang ditangkap masyarakat maupun aparat keamanan diserahkan kepadanya. “Kami akan tetap memerangi miras, ini dilakukan demi kebaikan daerah ini,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, Bupati Asmat, Elisa Kambu beberapa waktu lalu menegaskan apabila ada masyarakat yang menangkap pemasok dan penjual miras, pihaknya akan memberikan penghargaan. “Kepada semua masyarakat, kalau temukan tolong ditangkap dan dibawa ke saya,” tegasnya.

Bupati Elisa mengatakan, pihaknya membutuhkan kerjasama dari semua elemen, termasuk dukungan TNI-Polri maupun legislatif. Ia juga berharap peran serta masyarakat untuk memberantas miras di daerah itu. 

“Saya juga sudah memberikan nomor HP kepada masyarakat, sehingga siapa yang mengetahui pemasok miras bisa dilaporkan kepada saya. Yang jual miras akan kita usir keluar Asmat,” tegasnya,
Beberapa waktu lalu, Direktur Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP) Keuskupan Agats, Pastor Linus Dumatubun meminta Kapolda Papua, Irjen Pol. Boy Rafli Amar agar menuntaskan persoalan peredaran miras di Kabupaten Asmat.

“Kami mendesak agar Kapolda Papua turun langsung mengatasi persoalan peredaran miras di Asmat,” katanya melalui sebuah media di Timika.

Karena menurutnya, sekalipun Kabupaten Asmat sudah memiliki Perda Nomor 14 tahun 2011, namun peredaran miras masih tinggi di daerah itu, bahkan hingga ke distrik-distrik.

“Bahkan kami sinyalir minuman beralkohol yang lolos dari pemeriksaan itu ada unsur keterlibatan oknum-oknum aparat keamanan,” ungkapnya, seraya menambahkan para pemipin agama di Asmat telah menyatakan kesepakatan untuk bersama-sama memerangi miras. (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment