Sekolah 5 Hari Belum Bisa Direalisasi di Timika

Bagikan Bagikan


SAPA(TIMIKA) - Program pemerintah pusat terkait full day school atau 5 hari sekolah dinilai bagus. Tetapi itu harus disosialisasikan kepada semua Kabupaten Kota di Indonesia, termasuk Kabupaten Mimika. Karena setiap daerah mempunyai karakter dan kondisi geografis yang berbeda dengan pulau Jawa.

"Jadi pemerintah pusat sebelum menerapkan full day school, tim dari pusat harus turun langsung untuk sosialisasi," ujar Kepala Dinas Pendidikan Menengah (Dispenmen) Armin Wakerkwa, saat ditemui Salam Papua, Selasa (22/8) di ruang kerjanya.

Armin mengatakan, penerapan full day school tidak mungkin bisa ditetapkan di Mimika, karena siswa belum mampu menerima materi pelajaran.

"Sekarang ini yang hanya beberapa jam saja siswa sudah banyak yang bolos, apalagi pakai aturan baru. Itu justru membuat siswa tambah bosan dan bisa-bisa ada yang tidak sekolah," katanya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 3 Kesehatan Jhon Lemauk mengatakan, pihaknya sangat tidak setuju dengan penerapan full day school. Karena selain mata pelajaran yang cukup banyak, konsentrasi siswa tidak bisa maksimal.

"Sekarang ini kita 6 hari sekolah dan pulang jam 14.00 saja siswa sudah tidak konsen, begitu juga guru yang mengajar. Dan itu tidak ada efek. Bahkan anak-anak tidur dan kelaparan di sekolah," katanya.

Menurut dia, kalau sampai kebijakan itu diimplementasikan maka setelah tiga tahun tidak hanya ijazah yang diterima, tetapi penyakit maag juga bisa menyerang anak-anak.

"Bagaimana tidak penyakit maag, kalau tidak makan dan minum karena pulang jam 5 sore setiap harinya. Dan kalau konsekuensi orang tua untuk antar makanan setiap hari saya kira tidak mungkin, karena orang tua tentu sibuk bekerja untuk membiayai hidup termasuk biaya sekolah. Sehingga saya tidak setuju," katanya.

Namun, kata Jhon, pihaknya akan setuju kalau mata pelajaran umum dikurangi, baru bisa diterapkan sekolah 5 hari. Tetapi anak-anak mungkin tidak akan sanggup jika setiap hari pulang jam 5.

"Tapi kalau mata pelajaran umum masih ada, tidak cukup. Setiap hari pulang jam 2 atau 3 saja anak-anak sudah setengah mati. Apalagi sampai lewat, pasti mata pelajaran apapun tidak ada yang masuk bahkan guru maupun anak-anak bisa tidur di sekolah karena lapar," katanya. (Albin)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment