Sembilan Tenaga Ahli Ditugaskan di Asmat

Bagikan Bagikan

SAPA (ASMAT) – Pemerintah menugaskan sembilan tenaga ahli untuk melakukan verifikasi laporan pertanggungjawaban (LPJ) penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dari setiap kampung dan distrik di Kabupaten Asmat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung (DPMK) Kabupaten Asmat, Absalom Amiyaram mengatakan, dari sembilan tenaga ahli itu enam di antaranya ditugaskan oleh pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi. Sementara tiga lainnya dikontrak oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat.

“Ada enam orang yang SK-nya dari pusat, itu melalui provinsi. Sementara pemkab sendiri mengontrak tiga orang,” kata Absalom, baru-baru ini.

Dijelaskannya, kehadiran sejumlah tenaga ahli tersebut bertujuan melakukan verifikasi kembali LPJ dana desa yang dilaporkan secara berjenjang, dari tingkat kampung maupun distrik. Tenaga ahli melakukan verifikasi ulang di tingkat kabupaten selanjutnya diteruskan ke provinsi dan pusat.

“Jika kegiatan sudah dilaksanakan di kampung, maka aparatur kampung membuat LPJ. Mereka didampingi pendamping. Selanjutnya LPJ itu dibawa ke distrik, diverifikasi oleh pendamping distrik. Jika sudah benar, maka akan dilanjutkan ke kabupaten. Nah itu akan diverifikasi kembali oleh sembilan tenaga ahli,” jelasnya.

Apabila nantinya ada kekurangan atau kesalahan dalam pembuatan LPJ, maka tenaga ahli akan mengembalikan ke pendamping tingkat distrik. Selanjutnya diteruskan ke pendamping kampung untuk diperbaiki.

“Untuk pencairan dana desa sendiri sudah mulai dilakukan sejak Juni 2017, sekarang masih berjalan. Tahun ini lebih diperketat terkait LPJ-nya, sebab pengalaman tahun lalu banyak aparat kampung yang sulit membuat pelaporan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, ada 224 kampung dan 23 distrik di Kabupaten Asmat. Setiap kampung dan distrik ditempatkan satu pendamping. Mereka ditugaskan untuk mendukung penyusunan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana desa.

“Besaran dana desa di setiap kampung, paling sedikit itu Rp800 juta dan paling tinggi itu Rp1 miliar lebih. Dihitung berdasarkan jumlah penduduk, letak geografis dan sebagainya,” katanya.

Baru-baru ini Kepala BPKAD Asmat, Frans Sinurat, mengatakan, alokasi dana desa yang bakal disalurkan tahun ini lebih dari Rp100 miliar. Dana itu ditransfer langsung ke masing-masing rekening kampung.

“Ada kampung yang mendapat Rp900 juta dan ada juga yang mendapat Rp1,9 miliar. Indikatornya dihitung berdasarkan jumlah penduduk, kondisi geografis, dan indeks kemahalan barang,” kata Frans Sinurat. (Nuel)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment