Semua Pelaku Anarkis Harus Dipulangkan

Bagikan Bagikan
"Seharusnya yang bertanggung jawab atas aksi anarkis tersebut adalah pimpinan SPSI. 
Karena mereka yang membuat ribuan orang yang sebelumnya karyawan Freeport menjadi 
seperti itu”

SAPA (TIMIKA) - Direktur Eksekutif Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (Lemasa), Odizeus Beanal, BSc meminta Pemkab dan Polres Mimika untuk segera memulangkan  semua pelaku anarkis yang membuat Kota Timika tidak aman dan nyaman ke kampung halamannya.

Termasuk para pelaku pengrusakan dan pembakaran fasilitas PT Freeport Indonesia (PTFI) dan ratusan kendaraan karyawan yang sedang bekerja di Check Point Mile 28, Terminal Gorong-Gorong dan PT Petrosea  pada Sabtu (19/8).

"Semua pelaku anarkis harus segera dipulangkan ke kampung halamannya. Kami tidak ingin Kota Timika ini menjadi kota yang rusuh dan penuh kekacauan," kata Odi kepada wartawan di Kantor Lemasa, Jalan Perjuangan, Kamis (24/8).

Odi mengungkapkan, aksi mantan karyawan PTFI berawal dari kasus hukum yang menjerat Sudiro. Dimana atas nama loyalitas dan solidiritas terhadap organisasi dan Sudiro, membuat karyawan yang seharusnya bekerja memilih turun untuk memberikan dukungan langsung kepada Sudiro. Namun hal yang dilakukan bertentangan dengan peraturan perusahaan dan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

"Kami sudah ingatkan bahwa Sudiro harus menjalankan masa hukumannya, namun para karyawan ini begitu loyal dengan memberikan dukungan kepada Sudiro, tapi mereka salah karena mengambil langkah mogok bekerja," ungkapnya.

Sebagai pemilik wilayah ini, Odi tidak melarang siapapun datang ke Timika untuk mencari pekerjaan. Namun sangat tidak dibenarkan bila warga yang datang melakukan aksi anarkis  yang membuat daerah ini tidak aman, tidak nyaman dan masyarakat lainnya menjadi resah.

"Saya tidak ingin ada kekacauan dan keresahan di Mimika ini. Karena itu dengan tegas saya minta Pemkab dan Polres harus pulangkan semua orang yang terlibat aksi anarkis pada Sabtu lalu ke kampung halamannya masing-masing," kata Odi.

Odi mengatakan, pihaknya menginginkan kedamaian di Timika, bukan kerusuhan. Karena itu, pihaknya mendukung penuh Polres Mimika yang telah bekerja dengan baik dan telah menetapkan sejumlah orang menjadi tersangka aksi anarkis tersebut.

"Seharusnya yang bertanggung jawab atas aksi anarkis tersebut adalah pimpinan SPSI. Karena mereka yang membuat  ribuan orang yang sebelumnya karyawan Freeport menjadi seperti itu," katanya.

Odi meminta semua stakeholder (pemangku kepentingan) yang ada di Timika untuk saling bahu membahu dan bekerjasama menciptakan kedamaian, kenyamanan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

"Mari mencitptakan Kota Timika menjadi kota damai, aman dan warganya sejahtera," kata Odi. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment