Situasi di Poumako Sudah Kondusif

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) - Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar menegaskan situasi keamanan di kawasan Pelabuhan Poumako Timika kini sudah kondusif pascaterjadi bentrok antarkelompok nelayan pada Rabu (9/8) petang.

"Kondisi keamanan di Paumako sudah bagus. Kami sudah berkoordinasi dengan para tokoh masyarakat, tokoh adat untuk mereduksi konflik dan menenangkan masyarakat," kata Boy Rafli di Timika, Kamis (10/8).

Kapolda menyayangkan terjadinya bentrokan antarkelompok nelayan tersebut hingga berujung pada meninggalnya seorang warga bernama Theo Cikatem. Korban tertembak peluru oknum aparat pada bagian perutnya. Satu warga lainnya yang terkena tembakan atas nama Rudi. Ia mengalami luka tembak pada bagian tangan kanannya.

"Kami mengimbau agar masyarakat jangan lagi melakukan tindak kekerasan karena pasti mengakibatkan kerugian diantara kita sendiri. Semua persoalan harusnya diselesaikan melalui jalur hukum yang ada," kata Boy Rafli.

Terkait persoalan tersebut, pihak kepolisian bersama unsur terkait lainnya kini tengah melakukan proses penyelidikan. "Pemeriksaan sedang berjalan untuk memastikan jenis senjata api dan amunisi yang digunakan," jelas Kapolda.

Kapolda mengatakan bentrok antarkelompok nelayan di kawasan Pelabuhan Paumako Timika itu terkait larangan beroperasinya kapal-kapal nelayan non Papua di wilayah perairan Mimika yang diterbitkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan setempat belum lama ini.

Sementara itu Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Muhammad Aidi dalam siaran pers yang diterima di Timika, Kamis, mengakui pelaku penembakan terhadap dua nelayan di Paumako yaitu Serka Y, oknum anggota TNI AD.

"Beberapa anggota TNI dari unit Intel Korem 174/ATW yang bertugas memonitor situasi berusaha membantu aparat kepolisian melerai namun diserang oleh massa sehingga terjadi aksi upaya bela diri dengan mengeluarkan tembakan yang diduga dilakuan oleh oknum anggota TNI AD atas nama Serka Y anggota unit Intel Korem 174/ATW," kata Muhammad.

Sebelum peristiwa penembakan, Ketua RT 08 Paumako Adam Cir dan Ketua Nelayan Sammy Warnussi mendatangi Mapolsek Kawasan Pelabuhan Poumako guna membicarakan masalah perizinan mencari ikan bagi nelayan non Papua.

Sementara pembicaraan berlangsung, tiba-tiba masuk tiga warga ke Mapolsek Paumako dan membuat keonaran. Melihat itu, sejumlah warga yang berkumpul di Mapolsek Poumako menarik keluar ketiga warga dan melakukan pemukulan.

Selanjutnya, sekitar pukul 14.00 WIT, massa gabungan masyarakat lokal berkumpul dan menyerang nelayan non Papua yang bertahan di Mapolsek Poumako. Massa merusak fasilitas umum, menjarah perahu dan isi pemukiman nelayan non Papua. Bahkan Kantor Polsek Paumako tidak luput diserang massa dengan batu, kayu, tombak dan panah.

Serka Y yang sedang berada di halaman Polsek Poumako berupaya membantu aparat kepolisian menenangkan massa. Namun massa semakin anarkis. Bahkan seseorang berupaya merebut senjata api milik Serka Y. Dalam kondisi terjatuh, Serka Y menembak korban dua kali.

Kodam XVII/Cenderewasih juga telah membentuk tim investigasi atas kasus tersebut dipimpin oleh Komandan Korem 174/ATW Merauke Brigjen TNI Asep Gunawan.

Nelayan Terjebak
Sementara itu, Ketua Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) Parjono mengatakan, hingga saat ini berdasarkan informasi dari nelayan-nelayan yang berhasil dievakuasi, ada banyak nelayan yang masih terjebak di kawasan pelabuhan Paomako. Terdapat lima orang yang telah dievakuasi ke Markas Lanal di Portsite.

“Ada lima orang nelayan yang sudah dievakuasi ke markas Lanal. Nantinya lima nelayan  ini akan dibawa anggota Lanal ke terminal Gorong-gorong dan selanjutnya dijemput anggota KKJB untuk dibawa ke Sekretariat KKJB,” kata Parjono saat ditemui wartawan di Sekretariat KKJB di Jalan Budi Utomo, Kamis (10/8).


Menurut Parjono,  hingga saat ini diperkirakan 15 nelayan yang masih terjebak di PPI dan tidak bisa meloloskan diri. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Polairud untuk mengevakuasi nelayan-nelayan tersebut ke cargo dog dan selanjutnya diantar ke terminal Gorong-gorong dan dibawa ke Sekretariat KKJB. (Ant/Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment