SMK Perlu Disiapkan Hadapi MEA

Bagikan Bagikan
SAPA(TIMIKA) - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diharapkan mampu mengantisipasi tantangan global Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Salah satu cara adalah mempersiapkan siswa sejak dini dengan memberikan bekal pendidikan dan keterampilan yang memadai, sesuai kebutuhan.
Demikian dikatakan Kepala Bidang SMK pada Dinas Pendidikan Menengah (Dispenmen), Selsius Aron, saat ditemui Salam Papua, Senin (14/8) di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Jalan Cenderawasih, Kampung Karang Senang–SP 3, Distrik Kuala Kencana.

Agar bisa menghadapi MEA, kata Aron, yang paling utama dilakukan adalah disiplin dalam proses pembelajaran, harus ditingkatkan baik itu guru maupun siswa. Secara teknis, maka dalam proses pembelajaran harus terintegrasi dengan teknologi informasi.

"Jadi proses pembelajaran harus menggunakan IT (Information Technology) tidak seperti jaman dulu menggunakan buku catatan. Tetapi guru-guru harus lihai dalam bidang IT menerapkan model pembelajaran menggunakan teknologi. Dengan begitu guru juga lebih mudah untuk menerapkan model belajar, kemudian menarik minat siswa untuk belajar, dan siswa juga belajar mengoperasikan IT secara sederhana dalam berbagai mata pelajaran " jelasnya.

Selain menggunakan IT, kata dia, dalam sistem belajar juga menggunakan dua bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Sehingga guru-guru ikut belajar Bahasa Inggris sekaligus mengimplentasikan program pembelajarannya pada setiap mata pelajaran atau setiap bidang keahlian.
"Jadi hal khusus kita gunakan Bahasa Indonesia, tetapi ada juga item khusus dalam pembelajaran menggunakan Bahasa Inggris. Misalnya perintah untuk kerjakan tugas atau ketika memulai pelajaran, itu harus diimplementasikan dengan Bahasa Inggris sehingga siswa mulai membudayakan Bahasa Inggris dan teknologi," katanya.

Bagaimanapun juga, kata Aron, ketika siswa menghadapi era MEA, harus bisa berbahasa Inggris dan menguasai IT. Namun, untuk mendukung itu setiap SMK harus mempunyai nilai-nilai tertentu seperti budaya dan karakter, pemahaman berkebangsaan perlu ditonjolkan oleh setiap SMK.


"Misalnya SMK Negeri 1, kira-kira dia nuansa lingkungan yang cocok diterapkan di sekolahnya seperti disiplin atau hal lain yang bisa diterapkan. Karena ada 18 budaya karakter bangsa dipakai untuk meningkatkan penampilan sekolah dalam meningkatkan kualitas . Dan kalau itu diterapkan, suatu saat pasti akan ada perbedaan dalam budaya sekolah," katanya. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment