Status DD Mengarah ke Tersangka

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) - Kapolres Mimika AKBP Viktor D Mackbon mengatakan, kepolisian belum bisa menetapkan Demmy Daskunda (DD) sebagai tersangka dalam dugaan kasus penghinaan terhadap Pastor Warjito di media sosial karena harus  mengikuti mekanisme yang ada di kepolisian, berkaitan dengan hukum pidana dan Undang-Undang tentang Iinformasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kapolres menjelaskan, aparat penyidik telah bekerja menangani kasus yang dilaporkan oleh Pemuda Katolik beberapa waktu lalu. Selain sempat mengamankan DD dan dimintai keterangan, polisi juga telah menyita dan dua alt bukti berupa handphone dan laptop.

"Polisi telah memeriksa dua alat bukti dan yang pastinya akan mengarah ke status tersangka," kata Kapolres Viktor menanggapi aspirasi ratusan umat Katolik yang melakukan demo damai, Selasa (8/8).

Viktor menjelaskan, Indonesia merupakan negara hukum sehingga siapapun tidak bisa memaksa kepolisian untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka tanpa melalui aturan hukum dan mekanisme yang ada. 

"Tidak boleh ada istilah didesak. Semua ada aturannya. Polisi bekerja bukan atas dasar desakan atau tekanan masyarakat. Kami sudah menyampaikan kepada pelapor soal mekanisme atau proses hukum yang tengah berjalan. Saya harap mereka memahami itu. Untuk membuktikan adanya sebuah tindak pidana, tentu memerlukan pembuktian dan mekanisme. Kami tetap membuka ruang komunikasi dengan pelapor," jelas Victor.


Viktor berterima kasih kepada umat Katolik yang melakukan aksi demo damai di halaman Sentral pelayanan Polres Mimika. Aksi ini dinilai wajar untuk mengawal proses penyidikan kasus DD agar kepolisian lebih serius lagi menangani kasus tersebut  agar tidak menimbulkan masalah baru di luar dari masalah ini.


Viktor menjelaskan, penyelidikan dan penyidikan terhadap DD oknum PNS pada Dinas Pendidikan Menengah Kabupaten Mimika ini masih berjalan.  Penyidik masih memeriksa saksi-saksi.

"Prosesnya masih pada pemeriksaan saksi-saksi. Sudah lima orang saksi yang kami periksa. Yang jelas, semua yang terkait dengan peristiwa itu akan kami mintai keterangan," kata Victor.

Kasus dugaan penistaan Pastor Warjito di Mimika bermula dari adanya postingan DD pada media sosial beberapa waktu lalu.  Saat itu DD mempertanyakan kehadiran Pastor Warjito saat unjuk rasa ratusan guru honorer di halaman Kantor Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Kabupaten Mimika. Unjuk rasa ratusan guru honorer tersebut untuk menuntut pembayaran insentif dari Pemkab Mimika.

Kapolres Mimika menegaskan yang menjadi objek persoalan hukum yang dilaporkan oleh OMK dan Pemuda Katolik bukan foto yang beredar di media sosial milik DD, melainkan sejumlah pernyataan yang bersangkutan yang dinilai telah menghina dan melecehkan tokoh agama tersebut.

"Kata-kata yang diunggah oleh pelaku dalam media sosial miliknya itulah yang dipersoalkan oleh para pelapor," jelas Victor.

Sekretaris Pemuda Katolik Keuskupan Timika Blasius Narwadan mengatakan OMK dan Pemuda Katolik akan mengawal kasus DD ini sampai di pengadilan agar ke depan tidak ada lagi kasus serupa terjadi di Timika. (Acik/Ant)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment