STKIP Hermon Gelar Kegiatan PKKMB

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hermon Timika melaksanakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun ajaran 2017/2018 sejak tanggal 28-31 Agustus 2017.

Kegiatan yang didasarkan pada Surat Edaran Dirjen Belmawa Ristekdikti No. 468/B/SE/2017 tersebut dilaksanakan di Kampus STKIP Hermon-Timika, Jalan Budi Utomo Ujung Jalur SP 1 Timika.

Dalam sambutannya pada acara pembukaan, Senin (28/8), Wakil Ketua bagian PKKMB, Paul Berno, SPd menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan kebutuhan dan prasyarat bagi mahasiswa di Perguruan Tinggi, khususnya STKIP Hermon. Tema yang diangkat: “Pendidikan Karakter sebagai Pembentukan Generasi Emas Menuju Kampus yang Edukatif, Humanis dan Religius.” Dengan harapan, peserta selain menjadi insan intelektual yang bersifat humanis-religius namun juga mampu berdaya guna bagi bangsa dan NKRI berlandaskan Tri-Dharma Perguruan Tinggi.

“Kegiatan PKKMB tahun 2017 ini dilaksanakan supaya calon mahasiswa selain mengenal dan memiliki sense of belonging atas kampus STKIP Hermon, juga diharapkan peserta menjadi akademisi yang humanis-religius sehingga bermanfaat bagi nusa dan bangsa”, katanya.

Founder sekaligus Ketua STKIP Hermon, Yulian Solossa, SSos, MSi, membuka secara resmi kegiatan PKKMB tersebut. Dalam sambutannya, Yulian menyatakan setiap calon mahasiswa yang nantinya akan menjadi mahasiswa STKIP Hermon Timika harus memiliki etika-moral sehingga menjadi individu yang bisa berpengaruh dan mempengaruhi masyarakat Timika secara khusus, dan NKRI secara umum.

“Melalui kegiatan ini peserta diharapkan menjadi mahasiswa yang memiliki etika-moral sehingga bermanfaat bagi masyarakat Timika dan NKRI,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diisi dengan materi Bela Negara yang sampaikan oleh Pasiter Kodim 1710 Mimika, Kapten Inf Rustam Pauwah, Selasa (29/8). Dia menjelaskan, mahasiswa harus mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Rasa cinta itu diwujudkan dengan tidak adanya sikap primordialisme yang mengutamakan suku, agama, ras atau golongannya sendiri. Mahasiswa harus mencegah terjadinya disintegrasi bangsa. Mahasiswa diharapkan melakukan kegiatan-kegiatan yang mendorong semua elemen masyarakat memiliki semangat kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita harus mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita harus menghindari sikap primordialisme yang mementingkan suku, agama, ras,atau golongannya sendiri. Itulah sebabnya mahasiswa diharapkan melaksanakan kegiatan kepada masyarakat dalam menumbuhkembangkan semangat kesatuan tersebut,” jelasnya.


Selain itu, di samping materi-materi akademik dan kemahasiswaan, peserta juga disuguhi dengan materi tentang sosialisasi tertib berlalu lintas yang disampaikan oleh KBO Satlantas Polres Mimika, Iptu I Wayan Nurida, Rabu (30/8). (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment