STUDI KASUS PERSEPAKBOLAAN ANTARKAN MENPORA WISUDA S2

Bagikan Bagikan



SAPA (BANDUNG) - Studi kasus tentang pengelolaan sepak bola nasional berhasil mengantarkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) meraih gelar S2 dari Universitas Padjadjaran dan melaksanakan wisuda di Grha Sanusi Hardjadinata, Kampus Unpad Jalan Dipati Ukur Kota Bandung, Selasa.

Menpora Imam Nahrawi mengucapkan syukur karena telah berhasil menyelesaikan Program Studi Magister Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran.

Adapun tesis Menpora berjudul "Evaluasi Kebijakan Sistem Keolahragaan Nasional oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Studi Kasus Pengelolaan Sepakbola Nasional oleh Kemenpora dan PSSI)".

"Tesis ini menggambar bahwa saya harus mengevaluasi kebijakan pemerintah yang diambil upaya tentang keolahragaan khususnya dalam sepak bola," kata dia.

Ia memaparkan dari hasil tesisnya menemukan banyak salah dan kekurangan yang harus diperbaiki oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Imam mengaku dalam Studi Magister di Unpad memakan waktu hingga dua tahun untuk menyelesaikan penelitiannya.

"Bahwa 19 tahun yang lalu saya di wisuda S1 dan sekarang ini sudah S2 di Unpad. ParTesis saya, menggambarkan bahwa saya harus mengevaluasi kebijakan pemerintah yang diambil ketika melakukan upaya-upaya terhadap olahraga khususnya di bidang sepak bola," kata Menpora.

Menpora mengikuti upacara wisuda yang dipimpin oleh Rektor Universitas Padjajaran (Unpad) Prof Tri Hanggono Achmad bersama lulusan lainnya sebanyak 2370 orang, yang terdiri dari lulusan Program Diploma-III, Diploma IV, Program Sarjana, Pendidikan Spesialis, Profesi, Magister dan Dokter.

Ia mengambil Program Study Magister Kebijakan Publik, Fakultas Fisip dan berhasil menyelesaikan sidang tesisnya dengan predikat sangat memuaskan.

"Di tesis tersebut banyak rekomendasi yang harus ditindak lanjuti oleh Menpora. Bagaimana sistem Keolahragaan Nasional harus ada kebijakan turunannya kebijakan turunnya. Kebijakan ," kata dia.

"Jadi tidak cukup mengandalkan UU SKN tapi semua kebijakan yang kemudian pemerintah didalamnya sebagai pengambil keputusan harus ada turunnya, peraturan-peraturan yang lebih detail dan teknis yang bisa dipahami oleh Keolahragaan kita, " lanjut dia.

Dirinya merasakan perubahan besar usai menyelesaikan studi S-2 di Unpad.

"Jadi tidak ada kata mundur pada diri saya sekarang bahwa sesungguhnya kita tidak ada kata mundur dalam kondisi dan situasi apapun untuk terus menambah ilmu pengetahuan," kata dia.

"Nabi Muhammad bersabda tuntunlah ilmu sejak kita ada dalam kandungan ibu sampai kita kelak dipanggil Tuhan. Karena saya mengajak kepada adik-adik ku sekalian khususnya S1 untuk melanjutkan ke S2. Saya juga tidak patah arang untuk melanjutkan ke S3," lanjut Menpora.

Sementara itu, dalam pidatonya, Rektor Unpad, Prof Tri Hanggono Achmad mendorong wisudawan agar tetap menjalin tali silaturahmi dengan almamater.

"Mari kita bersama-sama bahu-membahu mendarmabaktikan potensi masing-masing untuk kita transformasikan menjadi kemaslahatan bagi bangsa dan negara," kata dia.

Transformasi merupakan langkah Unpad pasca menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum. Sebagai PTN Badan Hukum, Unpad harus mampu meningkatkan kualitas institusi dan pengabdian kepada masyarakat.

"Merespons perkembangan peran perguruan tinggi di tingkat global, aspek inovasi menjadi upaya yang terus didorong Unpad," katanya. (ANT)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment