Sudiro Diperiksa Polisi 8 Orang Sudah Tersangka

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Pimpinan Unit Kerja (PUK) SPKEP SPSI PT Freeport Indonesia (PTFI), Sudiro Yudhohusodo diperiksa penyidik Polres Mimika, Selasa (22/8) terkait kasus perusakan dan pembakaran sejumlah fasilitas dan kendaraan milik PTFI serta kendaraan milik karyawan aktif yang sedang bekerja pada Sabtu (19/8).

Pantauan Salam Papua, pemeriksaan terhadap Sudiro  dilakukan di Kantor Pelayanan Polres Mimika, siang sekitar pukul 11.00 WIT. Tampak Sudiro didampingi wakilnya Mika Taurudu. Terdapat juga beberapa orang pengurus inti SPSI Freeport. Mereka didampingi oleh kuasa hukumnya saat datang memenuhi panggilan polisi.




Pemeriksaan terhadap sejumlah pengurus inti PUK SPKEP SIPSI PTFI ini dibenarkan Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar saat dikonfirmasi wartawan.


“Kita mengambil keterangan dari beberapa pengurus inti (Serikat pekerja Freeport). Intinya dimintai keterangan,” kata Kapolda saat ditemui di Kantor Pelayanan Polrres Mimika, Jalan Cenderawasih.

Dijelaskan, kepolisian terus mendalami kasus tersebut dengan melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga terkait dalam aksi unjuk rasa anarkis di Check Point 28, Terminal Bus Gorong-gorong dan area PT Petrosea Tbk untuk mengungkap siapa sebenarnya motor penggerak atau provokator aksi tersebut. Apakah digerakkan oleh pengurus inti SPSI atau tidak.
"Kami masih mendalami hal itu," kata Boy


Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar, Selasa (22/8) juga mengungkapkan, kini tersangka kasus perusakan, pembakaran dan kekerasan kembali bertambah menjadi 8 orang. Tidak menutup kemungkinan tersangka kasus ini akan bertambah lagi.

“Kemarin kita sampaikan tersangka ada 6, hari ini menjadi 8. Jadi 8 sudah ditetapkan menjadi tersangka dan kita masih terus mengembangkan pemeriksaan,” ungkap Kapolda.

Sementara itu disinggung terkait oknum yang menjadi motor penggerak (Provokator-Red) terjadinya perbuatan pidana perusakan, pembakaran dan kekerasan dalam aksi unjuk rasa anarkis di Check Point 28, Terminal Bus Gorong-gorong dan area PT Petrosea Tbk, Kapolda mengatakan sementara masih dalam pengembangan.

“Sedang kita dalami, sedang kita cari dengan meminta keterangan dari berbagai pihak. Yang ditahan ini berkaitan dengan aksi-aksi yang terjadi hari Sabtu kemarin,” kata Kapolda.

Berikut identitas 8 orang mantan karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI), kontraktor dan privatisasi yang menjadi tersangka kasus perusakan, pembakaran, kekerasan dan penghasutan.

1. PW (34), mantan karyawan PTFI, beralamat Perumahan Amor Kampung Karang Senang - SP 3. Yang bersangkutan dikenakan Pasal 170 KUHP (Dimuka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang) dengan tempat kejadian perkara (TKP) di Pos Check Point 28.
2. AM (27), alamat Jalan Ahmad Yani belakang Bengkel Surabaya Motor. Yang bersangkutan dikenakan  Pasal 160 KUHP (Penghasutan) dengan TKP di Pos Check Point 28.

3. Lk (37), mantan karyawan PTFI, beralamat Jalan Patimura. Yang bersangkutan dikenakan Pasal 170 KUHP (Dimuka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang) dengan TKP di area PT Petrosea, Jalan Cenderawasih.

4. NK (37), alamat Jalur 5 Jalan Pendidikan. Yang bersangkutan dikenakan Pasal 1 ayat 2 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 (Membawa senjata tajam) dengan TKP di area PT Petrosea, Jalan Cenderawasih.

5. Fc (36), alamat Jalan Yos Sudarso. Yang bersangkutan dikenakan Pasal 170 KUHP (Dimuka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang) dengan TKP di Pos Check Point 28.

6. Lb (43), alamat Jalan Henggi, RT 019, Sempan. Yang bersangkutan dikenakan Pasal 170 KUHP (Dimuka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang) dengan TKP di Pos Check Point 28.

7. Nr (41), alamat Jalur 3 Jalan Kartini. Yang bersangkutan dikenakan Pasal 170 KUHP (Dimuka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang) dengan TKP area PT Petrosea, Jalan Cenderawasih.

8. GS (33), alamat belakang Vitas, Jalan Sosial. Yang bersangkutan dikenakan Pasal 187 KUHP (Pembakaran) dengan TKP di Terminal Bus Gorong-Gorong. (Albin/Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Mohon maaf jika postingan ini menyinggung perasaan anda semua tapi saya hanya mau menceritakan pengalaman pribadi saya yang mengubah kehidupan saya menjadi sukses. Perkenalkan terlebih dahulu saya Sri Wahyuni biasa di panggil Mba Sri, TKI tinggal di kota Pontian johor Malaysia,Saya berprofesi sebagai pembantu rumah tangga, tapi saya tidak menyerah dengan keadaan saya, tetap ikhtiar.
    pengen pulang ke indonesia tapi gak ada ongkos pulang. sempat saya putus asa,gaji pun selalu di kirim ke indonesia untuk biaya anak sekolah,sedangkan hutang banyak, kebetulan teman saya buka-buka internet mendapatkan nomor hp Mbah Suro +6282354640471 & 082354640471 katanya bisa bantu orang melunasi hutang nya melalui jalan TOGEL dan PESUGIHAN TAMPA TUMBAL...
    dengan keadaan susah jadi saya coba beranikan diri hubungi dan berkenalan dengan beliau Mbah Suro, Dan saya menceritakan keadaan saya lagi susah di negri orang. Beliau menyarankan untuk mengatasi masalah perekonomian saya, baiknya melalui jalan togel saja. Dan angka yang di berikan beneran tembus ,6D dan saya dapat RM.457.000 Ringgit selama 3X putaran. alhamdulillah terima kasih banyak ya allah atas semua rejekimu ini. walaupun ini hanya melalui togel..


    ReplyDelete