Tahun Ini Distrik Kwamki Narama Kelola Rp 6 Miliar

Bagikan Bagikan
SAPA (TIMIKA) – Kadistrik Kwamki Narama Yulius Murib, SH mengatakan, tahun ini pihaknya mengelola anggaran sebesar Rp 6 miliar lebih sesuai yang tertera didalam Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA) untuk 5 kegiatan fisik dan beberapa kegiatan non fisik.

“Kalau kita di Distrik ini program kerja untuk tahun ini pekerjaan fisik dan non fisik,” kata Yulius Murib saat ditemui Salam Papua di kantor Distrik Kwamki Narama, Kamis (17/8).

Yulius menjelaskan, sebanyak 5 kegiatan fisik yang akan dilaksanakan pada bulan depan diantaranya penimbunan halaman kantor distrik, pemasangan paving blok di depan kantor distrik, pembangunan garasi mobil dan motor di depan kantor distrik, serta pembangunan lapangan voli dan bulu tangkis. Sedangkan kegiatan non fisik, nantinya ada kegiatan Bimtek PKK Distrik, pelatihan formal perundang-undangan dan monitoring dan evaluasi di 9 kampung 1 Kelurahan.

Yulius mengatakan, dirinya akan melakukan monitoring dan evaluasi kepada 9 kampung dan 1 kelurahan berkaitan dengan anggaran dan programnya. Karena hal tersebut merupakan tugas Distrik apakah program yang ada terlaksana sesuai dengan anggaran atau tidak, baik anggaran tahun 2016 maupun anggaran tahun 2017 tahap pertama.

“Kita akan monitoring dan evaluasi di kampung-kampung dan satu kelurahan apakah mereka buat program kerja sesuai dengan dana yang dikucurkan oleh APBN dan APBD Provinsi dengan APBD Kabupaten atau tidak dan itu tugas kita untuk monitoring,” katanya.

Tidak hanya itu. Pihak distrik nantinya akan melakukan pertemuan dengan berbagai Tokoh di Distrik Kwamki Narama untuk membahas berkaitan dengan situasi kamtibmas, serta meminta dukungan dari berbagai pihak yang berpengaruh di Distrik agar bisa menyampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap menjaga kamtibmas, sehingga perlahan demi perlahan paradigma dari masyarakat Kwamki Narama bisa dirubah.


“Kita adakan pertemuan dengan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh perempuan bagaimana untuk tetap menjaga keamanan. Dan kita minta doa dari tokoh gereja supaya mereka (masyarakat) punya kebiasaan dan peradigma itu bisa dirubah sedikit demi sedikit,” ungkapnya. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment