Tajuk : Bukan Bebal tetapi Handal

Bagikan Bagikan
Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.  (Ibrani 10:22)



ADA peribahasa yang mengatakan, "Keledai tidak akan jatuh ke dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya." Setelah menjadi pengikut Kristus sudah seharusnya tidak kembali ke dalam kehidupan lama. Kristus selalu menginspirasi kita untuk mempertahankan kehidupan baru dalam Dia.
Kristus telah membuka jalan terjadinya persekutuan yang hangat antara Allah dan manusia. Kristus telah mempersatukan kembali Allah dengan manusia (20). Akhirnya, umat dapat menghadap Allah tanpa rasa takut. Hal ini seharusnya mendatangkan perubahan hidup dalam diri umat (24). Sangat disayangkan jika kehidupan kita tidak berubah menjadi lebih baik setelah menerima Kristus. Jika ini yang terjadi, maka bersiap-siaplah menerima hukuman dari Allah (29). Hendaknya kita menjadi umat yang andal dan bukan yang bebal.

Dalam pemikiran orang Yahudi, darah memiliki dua makna, yaitu makna kehidupan dan kematian. Darah yang dicurahkan menjadi lambang kematian dari hewan kurban yang disembelih. Melalui pencurahan darah tersebut, seseorang mendapat pengampunan atas dosanya dan pendamaian terhadap Allah. Kematian Kristus telah membuka jalan kehidupan baru. Hati nurani kita mengalami pembaruan. Dengan nurani yang baru, kita memiliki kehidupan yang berpengharapan.

Janganlah menjauhkan diri dari pertemuan ibadah. Sebab ibadah itu memberikan makna hidup kepada kita. Kehadiran Kristus menguatkan kita untuk menyatakan bakti kepada Allah dan menyatakan kebaikan-Nya dalam kehidupan bersama. Sebab kita ditebus bukan untuk hidup dalam manusia lama, melainkan dalam manusia baru. Hal ini perlu dijaga sebagai identitas baru pengikut Kristus.


Bersyukurlah kepada Allah karena kita dimampukan untuk menjadi saksi Kristus. Dalam segala kelemahan yang kita miliki sebagai manusia, marilah kita berusaha untuk melakukan kehendak-Nya. Seharusnya kegagalan tidak melemahkan semangat kita untuk hidup benar dihadapan-Nya. Dengan demikian, kita adalah pengikut Kristus yang andal. (santapan harian)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment