Tajuk : Kasih Bapa

Bagikan Bagikan


Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. (1 Yohanes 3:1)

RASUL Yohanes dalam 1 Yohanes 3:1 meminta kita supaya melihat betapa besarnya kasih Bapa kepada kita. Karena kasih-Nya maka kita disebut anak-anak Allah. Dan kita memang anak-anak Allah. Di sinilah kita pun perlu belajar tentang cinta Allah, cinta-Nya yang tak terukur dan kualitas-Nya berbeda dengan cinta manusia.


Sudah puluhan tahun saya mengajar di Sekolah Alkitab di Kota Batu-Malang. Ada satu kisah yang masih saya ingat tentang cinta sepasang suami-isteri yang masuk sekolah Alkitab saat itu. Sang suami sangat mencintai isterinya. Saat isteri sakit ia terus berdoa dan menyatakan cintanya, namun isterinya meninggal. Saking sedih, suami menyatakan mengapa isteri yang duluan pergi bukan dirinya saja. Ketika pemakaman tiba, ia bahkan ingin masuk duluan ke dalam kubur biar mati bersama. Enam bulan kemudian si suami menikah lagi. Itulah cinta manusia, cintanya bisa hilang seperti uap.

Cinta Allah kepada kita tidak ada ukurannya. Kalau kita percaya Tuhan Yesus, menerimanya sebagai Juruselamat, maka kita menjadi anak Allah. Sekarang kita adalah anak-anak Allah, namun kita bisa berubah dan beralih jadi non-Kristen sehingga tidak percaya Allah dan tidak lagi menjadi anak-Nya. Untuk itu kita perlu setia kepada Allah. 1 Yohanes 1:2 menyatakan bahwa belum nyata apa keadaan kita kelak, tetapi apabila Kristus menyatakan diri, membuka rahasia diri-Nya, kita menjadi sama seperti Dia dan melihat rupa Kristus yang sebenarnya. Sekarang kita mengenal dan melihat-Nya lewat firman.

Yesus datang  ke dalam dunia untuk menolong kita menjadi anak-anak Allah. Sekarang kita memang belum melihat Dia yang sebenarnya. Kelak Dia akan memperlihatkan diri dan mengangkat orang percaya yang cinta dan setia kepada-Nya ke surga, untuk ketemu dengan Bapa. Saat itu kita akan diubahkan sama seperti Dia. Inilah saat istimewa, saat sekarang kita menjadi anak Allah, karena suatu kali Dia akan membawa kita tinggal bersama selamanya untuk menikmati cinta-Nya. Tak ada lagi sakit, penderitaan dan kematian di sana. 

Terima kasih, Bapa, buat cinta-Mu yang tak terukur dalam hidupku. Aku mau setia mengiring-Mu, sampai tiba waktu-nya Engkau membawaku tinggal bersama-Mu di sorga. Amin.  (Red)



Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment