Tajuk : Kemesraan Forkopimda Janganlah Cepat Berlalu

Bagikan Bagikan


PERINGATAN Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke 72, 17 Agustus 2017, ternyata menjadi moment bersejarah tersendiri bagi bangsa dan daerah Mimika ini. Di tingkat nasional, momentum kemerdekaan ini memerdekakan para mantan Presiden dari ‘perang dingin’ yang sudah berlangsung sekian dekade. Pujian dan sanjungan layak diberikan kepada Presiden Joko Widodo yang berhasil mencairkan suasana hati yang panas selama ini antara mantan Presiden Megawati Soekarno Putri dengan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Bila sebelumnya kedua mantan Presiden ini saling menghindar bertemu di Upacara HUT RI, kini keduanya berubah, dengan berbesar hati, keduanya hadiri Peringatan Detik-Detik Proklamasi ke 72, bahkan saling berjabat tangan dibarengi senyuman khas masing-masing. Mengisyaratkan keduanya telah berdamai. Walau tidak ada jaminan konstelasi politik pada Pilkada serentak 2018 dan Pemilu Legeslatif serta Pemilu Presiden 2019, bisa membuat keduanya tetap rukun atau kembali ‘bermusuhan.’
Apa pun yang terjadi di masa depan, kembali ‘mesranya’ dua tokoh politik nasional ini menjadi pelajaran berharga bagi bangsa ini untuk selalu mengedepankan kesatuan, persatuan dan kebersamaan. Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu harus dijunjung tinggi semua warga bangsa ini. Berbeda saat pemilu itu sesuatu yang wajar dan harus kembali bersatu saat pemilu sudah berlalu. Itu luar biasa.

Di Kabupaten Mimika, momentum kemerdekaan memerdekan para petinggi daerah ini dari belenggu ‘persilisihan.’ Sejauh ini terkesan Bupati Mimika Eltinus Omaleng, berseberangan dengan Wakil Bupati Mimika Yohanis Bassang dan Sekda Mimika Ausilius You. Dalam waktu yang cukup lama tiga pimpinan daerah ini tidak pernah duduk bersama, apalagi saling ngobrol sambil melempar senyum khas mereka. Justru saat menjelang dan sesudah Upacara HUT RI ke 72, ketiganya kembali terlihat ‘mesra’.

Bahkan ‘kemesraan’ ini tertular juga ke Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seperti Ketua DPRD Mimika Elminus Mom, Dandim Mimika, Letkol (Inf) Windarto, Kapolres Mimika, AKBP Viktor Mackbon, Kajari Mimika dan Ketua Pengadilan Negeri Kota Timika. Yang paling terasa itu antara Bupati Eltinus Omaleng dengan Ketua DPRD Elminus Mom plus 30-an anggota DPRD, yang cukup lama ‘berperang’ opini dan sikap karena terjadinya pembekuan DPRD.

Kini masyarakat Mimika yang senang melihat kemesraan ini berharap kemesraan yang tercipta pada Forkopimda ini janganlah cepat berlalu. Masih sangat banyak permasalahan di daerah ini, yang akan dengan mudah diselesaikan, bila Forkopimda tetap mesra seperti saat ini. Apa lagi kemesraan ini dilanjutkan dalam pertemuan-pertemuan yang rutin dilakukan untuk membicarakan, membahas dan menyepakati solusi-solusi terbaik mengatasi permasalahan dan membangun daerah ini.

Masyarakat tentu menginginkan dan merindukan, lirik lagu Kemesraan dari Iwan Fals ini terus menjadi kenyataan dan terus dinikmati dalam hidup sehari-hari. “Kemesraan ini janganlah cepat berlalu. Kemesraan ini inginku kenang selalu. Hatiku damai, jiwaku tentram di samping mu. Hatiku damai, jiwa ku tentram bersamamu.” Kata “Ku” menunjuk pada masyarakat dan kata “Mu” disini menunjuk pada Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Dandim, Kapolres, Kajari dan Ketua Pengadilan, serta stakeholder lainnya.

Bahwa perbedaan pandangan, pendapat dan politik akan selalu menjadi bahagian hidup yang tak terhindarkan. Namun filosofi bangsa, Bhineka Tunggal Ika harus dijadikan obat penawar yang selaras bagi setiap insan yang cerdas dan bijak. Bahwa kemesraan lebih indah dari pada kebencian. Dan karena itu,  seberapa banyak kerikil yang akan dilalui ke depan, semua harus sepakat, “Kemesraan ini janganlah cepat berlalu.” (yulius lopo)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment