Tajuk : Menjaga Nama Baik

Bagikan Bagikan


Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.  (Amsal 22:1)

SAAT seorang pejabat negara ditanya apa alasannya sehingga begitu berani memiliki sikap berbeda walau risikonya berat, baik untuk karirnya maupun keluarga, ia memberi jawaban demikian. “Saya tidak ingin seumur hidup dikenang orang karena perbuatan negatif. Dalam agama saya, Tuhan Yesus  mengajarkan harus berani benar memilih kebenaran.”

Tegas memilih berpihak pada kebenaran memang mengandung risiko, sebab nyawa kita bisa terancam kalau pilihan tersebut akan menyeret seseorang menerima sanksi atau hukuman. Tetapi pengikut Kristus harus berani memilih kebenaran, sekalipun mungkin itu akan menjadi ‘salib’ baginya.
Firman Tuhan malah menasihatkan kita untuk membeli kebenaran dan jangan menjualnya (Amsal 23:23), sebab suap bisa membungkam seseorang sehingga menjual fakta kebenaran yang sesungguhnya. Mengapa kita harus memilih kebenaran? Sebab pilihan yang baik berdampak pada nama baik.  
Tak heran jika untuk sebuah reputasi orang rela membayar mahal, entah guna menaikkan pamor atau karena takut nama baiknya tercoreng saat kejahatannya terungkap. Malah ada yang nekad melancarkan intimidasi terhadap orang lain demi reputasi terjaga. Nats kita hari ini pun menunjukkan bahwa kekayaan tak akan ada artinya tanpa dibarengi dengan nama baik. 
Bagaimanakah mungkin kita abaikan nama baik, sementara perbuatan kita menempel pada nama baik dan hal itu mendatangkan berkat bagi sesama? Waktu Dorkas meninggal, banyak orang yang menangisinya. Mereka terkenang perbuatannya, yang ternyata banyak membantu orang dan suka bersedekah (Kisah Rasul 9:36-39). Amsal 10:7 berkata, “Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat, tetapi nama orang fasik menjadi busuk.” 
Jangan remehkan sikap serta cara hidup kita sekarang  dan sampai Tuhan memanggil kita pulang. Nama baik yang terjaga karena melakukan hal-hal yang benar dan terpuji, memberkati orang lain. Nama harum orang-orang percaya  meninggalkan kenangan indah yang juga memuliakan nama Tuhan. 
“Kuserahkan seluruh sikap dan perbuatanku dalam tangan-Mu, Tuhan. Genggamlah hidupku agar lewat kehidupanku nama Tuhan dimuliakan seiring nama baikku terjaga. Amin.” (Red)



Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment