Tajuk : Menjauhkan Hati dari Dosa

Bagikan Bagikan


SETIAP orang yang memiliki hati dan akal sehat pasti akan berhati-hati terhadap akibat dari perbuatan maksiat dan dosa, karena keduanya merupakan racun yang bisa membinasakan dan memiliki pengaruh buruk dalam kehidupannya di masa yang akan datang. Sementara tidak ada seorang pun di dunia ini yang ingin dirinya celaka, apalagi jika penderitaan yang akan ditanggungnya itu dalam waktu yang sangat lama atau bahkan berujung di neraka.

Sebagai insan yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dia akan melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan dirinya dari efek buruk dosa. Dia juga akan mempersiapkan bekal untuk dirinya sebagai persiapan saat menghadapi persidangan dihadapan Allah yang Maha Adil, Maha pengampun dosa, tapi juga memiliki siksa yang teramat pedih. Maka hendaklah kita mewaspadai ini dan senantiasa berhati-hati dalam bersikap!

Meski berbagai upaya telah dilakukan, namun terkadang, godaan syaitan dan iming-iming palsu yang dijanjikannya lebih menggiurkan daripada janji Allah yang pasti benar. Apalagi jika hati sudah terlalu lama dininabobokkan dengan iming-iming tersebut. Maka upaya pertama yang harus kita lakukan adalah bagaimana kita membebaskan hati dari ketergantungannya terhadap perbuatan dosa dan maksiat? Bagaimana kita menjauhkan hati dari keakrabannya dengan dosa?

Pertama: Mempelajari Ilmu, Mengamalkannya dan Mendakwahkannya. Ketahuilah, bahwa diantara dosa itu ada yang disebabkan oleh kelalaian atau dorongan hawa nafsu. Jika disebabkan oleh kelalaian maka penawarnya adalah ilmu. Jika dosa itu disebabkan oleh dorongan hawa nafsu, maka penyembuhnya adalah sabar dalam mengekang tuntutan hawa nafsu dan mengharap pahala dari Allah. Kedua: Berpegang Teguh Dengan (agama) Allah. Orang yang berpegang teguh dengan (agama) Allah, dan kembali kepada-Nya dalam setiap keadaannya, maka Allah akan menolongnya dan memenangkannya dalam menghadapi dua musuh yang tidak pernah lepas darinya. Dua musuh tersebut adalah nafsunya dan syaitan.

Ketiga: Menumbuhkan Rasa Takut Terhadap Efek Buruk dari Dosa di Dunia. Orang yang ingin melepaskan dirinya dari ketergantungan hatinya terhadap dosa, hendaknya dia menumbuhkan rasa takut di hatinya. Yaitu takut terkena dampak buruk dari dosanya di dunia. Diantara efek dosa yang sangat menakutkan yaitu dosa menyebabkan hati menjadi keras dan tertutup noda hitam sehingga tidak lagi bisa membedakan mana yang benar dan mana yang buruk, mana yang baik dan mana yang jelek?

Keempat: Mengkonsumsi Makanan Halal. Diantara kiat melepaskan diri dari perbuatan dosa dan maksiat adalah selalu mengkonsumsi makanan halal. Beribadah namun tetap mengkonsumsi makanan haram ibarat membangun rumah di atas gelombang ombak lautan.

Kelima: Mengingat Hari Pembalasan. Seorang hamba hendaknya selalu ingat bahwa kelak pada hari akhir dia akan berdiri di hadapan Allah. Allah akan menghitung semua amalan para hamba-Nya dan akan memberikan balasan yang setimpal. Pada saat itu, kelezatan maksiat yang dulu dia kerjakan menjadi sirna, dan justru akibat buruk perbuatan maksiat itu yang tampak jelas di depan mata.

Keenam: Mengingat Kematian Yang Datang Dengan Cepat. Diantara kiatnya adalah mengingat kematian yang datang dengan begitu cepat. Setiap saat dia khawatir, kematian datang kepadanya. Bukan kematian sebenarnya yang membuatnya takut, namun apa yang ada setelah kematian, karena tidak ada tempat menetap setelah kehidupan dunia kecuali surga atau neraka.

Ketujuh: Menjauhi teman-teman yang buruk. Menjauhi teman-teman yang buruk dan memilih teman shalih yang akan mengingatkannya kepada Allȃh serta menuntunnya kepada jalan Rabb yang telah menciptakannya.

Kedelapan: Berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terlaknat. Allah berfirman: Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Fushshilat/41:36)

Kesembilan: Memperbanyak Istighfar. Istighfar merupakan salah satu kebaikan (hasanah) yang sangat agung. Barangsiapa merasa bersalah dalam perbuatan atau ucapannya, atau hawa nafsunya mengalahkan dia, atau dia merasa keadaannya mulai berubah, baik dalam masalah rezeki atau yang lainnya, maka hendaklah dia segera bertaubat dan beristighfar. Karena sesungguhnya dalam taubat dan istigfar ada penyembuh bila dilakukan dengan jujur dan ikhlas.

Kesepuluh: Menahan diri dari berlebih-lebihan dalam makan, berbicara dan memandang. Menahan diri dari makan yang berlebihan, berbicara berlebihan, serta dari mengumbar pandangan, kemudian mentaati Allah pada setiap waktu dan tempat, melakukan kebaikan setelah keburukan, dan tidak melakukan dosa secara terus menerus. Allah berfirman: Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. (Hud/11:114). (Red)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment