Tajuk : Pemkab dan DPRD Lomba Lari 100 M

Bagikan Bagikan
EMPAT bulan delapan hari lagi tahun anggaran 2017 akan mencapai garis finis. Dalam kurun waktu tersebut semua program kerja dibidang pemerintahan, pembangunan dan sosial kemasyarakatan yang diemban Pemkab Mimika bersama DPRD Mimika, seperti tertuang dalam APBD Mimika tahun 2017 dengan nilai Rp 2,9 triliun harus direalisasikan sebagaimana mestinya. Bukan sebagaimana adanya.

Kurun waktu yang singkat ini, membuat Pemkab dan DPRD seakan dipaksa bertaruh dalam lomba lari sprint 100 meter. Harus berlari sekencang-kencangnya mencapai garis finis di 31 Desember dengan hasil baik. Harus mengerjakan semua yang sudah diprogramkan secara cepat dan tepat, sesuai prosedur, dalam tataran aturan dan hukum yang ada. Tidak boleh terjadi kerja instan, karena hasilnya akan instan juga dirasakan masyarakat.

Harus lebih cepat dan hasilnya haruslah lebih baik. Tapi apakah ini mungkin dilakukan? Terlebih terhadap proyek-proyek fisik pembagunan yang pengerjaannya memakan waktu lama. Kalau tidak memungkinkan, apakah harus dipaksakan? Ujung-ujungnya hanya menghabiskan dan menghambur-hamburkan anggaran? Pemkab dan DPRD Mimika kini diuji, mempertaruhkan harkat, martabat dan harga diri, APBD 2017 berhasil dan dinikmati masyarakat. Atau gagal dan dicemooh masyarakat.

Belum lagi membuka lembaran APBD 2016 yang hingga kini belum dipertanggungjawabankan oleh eksekutif. Bagaimana dengan nilai Rp 2,7 triliun yang sudah dikerjakan di 2016? Terlebih yang terkait dengan proyek fisik, apakah akan ditinjau, dievaluasi dan diumumkan hasilnya oleh DPRD? Bagaimana kalau hasil temuan DPRD jauh dari memuaskan? Apakah akan didiamkan begitu saja, agar tidak merusak hubungan kebersamaan dan kinerja ke depan?

APBD 2017 baru mulai bergerak dibawah kendali SKPD dan sampai saat ini terkesan seperti berjalan di tempat. Proses pelelangan yang tertutup karena tidak diumumkan melalui media massa membuat masyarakat tidak tahu apa-apa saja yang akan dibangun? Tempatnya di mana? Nilainya berapa? Dikerjakan oleh siapa (perusahaan), kapan mulai kerja dan kapan berakhir? Apalagi banyak kontraktor yang dengan sengaja tidak memasang papan nama proyek.

Banyak proyek ‘tersendat’ yang sebetulnya sangat dirindukan masyarakat untuk segera diselesaikan Pemkab Mimika saat ini. Sebut saja proyek air bersih. Jaringan pipa sudah dikerjakan beberapa tahun lalu, namun air terasa masih jauh, bukan sudah dekat. Harapan masyarakat untuk segera menikmati air bersih yang sehat seakan hilang ditelan waktu.  Apakah di tahun 2017 ini akan terwujud? Ataukah masyarakat masih terus dibiarkan menikmati air hujan dan air sumur bor yang ‘berkarat’ sampai waktu yang tidak pasti?

Proyek pelebaran Jalan Cenderwasih yang masih tersisa belasan kilometer, apakah diselesaikan tahun ini? Atau masih dibiarkan terbengkalai dan kolam-kolam kecil bekas gusuran pelebaran di sisi kirin kanan jalan terus menjadi sarang nyamuk dan memperburuk pemandangan kota ini.

Rakyat juga merindukan tindakan nyata, memperbaiki selokan dan parit untuk mengatasi luapan air yang rutin merendam rumah warga saat hujan turun lebat. Perlu tindakan nyata yang menjamin masyarakat tidak lagi begadang malam hari menguras ke luar air bercampur lumpur dari dalam rumah sampai pagi hari. Apakah kerinduan ini akan terjawab tahun ini, tahun depan, bupati lama atau bupati baru?

Mampukan Pemkab bersama DPRD merealisasikan semua program fisik APBD 2017 dan menjawab semua kerinduan masyarakat dalam empat bulan delapan hari tersebut? Pemkab bersama DPRD benar-benar harus berpacu dengan waktu dan terpacu melaksanakan semuanya dengan penuh tanggung jawab. Bukan sekedar asal kerja, asal jadi dan asal habiskan anggaran.

Satu hal yang pasti, bila ada tranparansi dan masyarakat diajak ikut berlari dalam jarak 100 meter tersebut, dalam arti masyarakat ikut mendorong dan mengawasi semua program fisik yang dikerjakan, maka masyarakat akan tahu volume yang sudah dikerjakan, menghabiskan dana berapa, masih tersisa dana berapa, sehingga bisa memaklumi dan menerima apa pun hasil akhirnya. Mungkinkah transparansi semacam ini dilakukan?

Harapan terbesar masyarakat Mimika kini dipertaruhkan di atas pundak Tim Asistensi dari Kemendagri yang mendapat tugas mulia melakukan pengawasan dan membantu kelancaran urusan Pemkab Mimika dan DPRD Mimika selama satu bulan penuh terhadap agenda-agenda daerah yang terlambat akibat tidak aktifnya DPRD. Bila semua yang dikerjakan Tim ini didukung penuh Pemkab dan DPRD, maka sudah pasti kinerja yang dicapai sampai akhir tahun 2017 dan tahun-tahun mendatang akan memuaskan dan dinikmati masyarakat. (yulius lopo)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment