Target Retribusi Motor Listrik Rp312 Juta

Bagikan Bagikan


SAPA (ASMAT) – Pemerintah Kabupaten Asmat menargetkan penerimaan retribusi dari kendaraan roda dua elektrik (motor listrik) sebesar Rp312 juta lebih pada tahun 2017. Target dinaikkan dari tahun sebelumnya, lantaran bertambahnya jumlah kendaraan tersebut.

Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Darat Dinas Perhubungan Asmat, Maichel Nicolaus Womsiwor mengatakan, pihaknya dikasih target untuk menarik retribusi dari 2082 motor listrik di Kabupaten Asmat.

“Target Rp312 juta itu dari 2.082 motor. Data kita sementara baru terkaver 150 motor ojek, motor dinas ada 30-an dan 820 motor pribadi,” terang Maichel, Rabu (8/9).

Tahun lalu, tercatat sekitar 1.468 unit motor listrik yang tersebar di Kabupaten Asmat. Namun untuk tahun ini khusus di Kota Agats, pihaknya yakin jumlah kendaraan roda dua elektrik itu berkisar 2500-3000 unit.

“Perkiraan kami ada 3000 motor listrik di Agats. Sehingga tahun ini, kami benar-benar menggenjot retribusi motor listrik untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kontribusinya cukup baik,” terangnya.

Selain di Agats, kata Maichel, motor listrik juga beroperasi di beberapa distrik lainnya, seperti di Sawaerma, Atsj, Suator dan Pantai Kaswari. Pihaknya berupaya maksimal melakukan pendataan jumlah kendaraan tersebut.

“Di beberapa distrik, motor elektrik sudah banyak. Dua tahun terakhir, kami sudah melakukan pendataan. Tahun ini, kita akan mendata lagi di distrik lain. Memang jumlah di distrik lain tidak banyak dibanding di Agats,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Dinas Perhubungan Kabupaten Asmat diberi tugas oleh pemerintah setempat untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor lalu lintas angkutan jalan maupun sungai.


“Untuk itu, khusus motor listrik ini kita ubah karcis retribusinya ke plat tanda penomoran kendaraan. Ini agar jumlah pastinya bisa diketahui pemerintah dalam rangka meningkatkan PAD,” imbuhnya. (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment