Tersangka Bertambah Menjadi Enam Orang

Bagikan Bagikan


SAPA (JAYAPURA) - Kepolisian Resor Mimika, Papua menetapkan dua orang lagi sebagai tersangka demonstrasi anarkis ribuan eks karyawan di wilayah PT Freeport Indonesia (PTFI) dan perusahaan subkontraktornya. Dengan demikian, jumlah tersangka bertambah dari sebelumnya empat orang menjadi enam orang.

“Enam orang itu adalah Lkm (37), PW (34), AM (27), Fch, NK dan Nyd. Keenam tersangka tersebut diamankan di Mapolres Mimika di Timika,” kata  Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal di Jayapura, Senin (21/8).

Kamal menjelaskan aksi demontrasi eks karyawan PTFI berakhir rusuh dan merupakan kasus kriminal murni sehingga akan ditindak tegas dan memproses para pelaku secara hukum.

Ia mengatakan saat ini situasi di Timika sudah kondusif. Aktifitas di ruas jalan yang melintasi Mile 28 sudah normal setelah bangkai kendaraan yang dibakar massa disingkirkan.


Secara terpisah, EVP Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Sony Prasetyo menegaskan,  Manajemen PTFI menutup ruang perundingan dengan para eks karyawannya, bahkan menyatakan tidak akan membuka lowongan bagi eks karyawan untuk bekerja langsung di perusahaan tambang asing itu.

"Kebijakan perusahaan adalah tidak lagi rekrut (eks karyawan) secara langsung, melainkan melalui kontraktor. Freeport tidak lagi membuka ruang kerja bagi mereka, tapi lewat kontraktor yang ditunjuk," kataSony Prasetyo di Timika, Senin (21/8).

Menurut Sony, sebelumnya perusahaan sudah mengimbau karyawan mogok untuk kembali namun tidak direspon. Pada akhirnya melalui peraturan yang ada, manajemen Freeport menganggap karyawan mogok mengundurkan diri secara sukarela.

Ia juga mengatakan, Freeport masih membutuhkan tenaga kerja terutama operator-operator mesin di area tambang.

Sebelumnya diberitakan (Salam Papua, 21/8), Kepolisian telah menangkap 14 orang dan menetapkan empat diantaranya sebagai tersangka perbuatan pidana perusakan, pembakaran dan penganiayaan dalam peristiwa yang terjadi di Check Point 28, terminal bus Gorong-Gorong dan area PT Petrosea pada Sabtu (19/8).


Kapolres Mimika AKBP Vicktor Dean Mackbon ketika dikonfirmasi wartawan di Cenderawasih 66, Minggu (20/8), mengatakan tidak menutup kemungkinan ada penambahan tersangka karena polisi masih terus melakukan pemeriksaan terhadap  sejumlah orang yang diduga provokator dan pelaku dalam aksi tersebut.

“Sampai saat ini sudah 14 orang yang kita amankan, empat orang sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Mungkin nanti ada peningkatan tersangka lainnya, terutama terkait dengan para provokator,” katanya.

Kapolres menegaskan oknum-oknum yang telah melakukan perusakan disertai pembakaran  harus mempertangungjawabkan perbuatannya secara hukum.


“Tindakan anarkis sudah dilakukan, tindakan kriminal sudah dilakukan, jadi ini perbuatan kriminal murni. Merusak barang, menjarah barang, terus menganiaya orang, itu tindakan pidana murni. Jadi  para pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut,” tegas Kapolres. (Ant/Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment