Tersangka Perusakan dan Pembakaran Menjadi 6 Orang

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Sebelumnya Kepolisian sudah menetapkan empat orang tersangka dari 14 orang yang diamankan pada Sabtu 19 Agustus pekan kemarin. Kemarin, Senin (21/8), Kepolisian kembali menetapkan lagi dua tersangka aksi anarkis perusakan, pembakaran bahkan penaniayan di Check Point 28, Terminal Bus Gorong-gorong dan di area PT Petrosea Tbk.

“Kalau hari ini (Kemarin-Red) baru enam jadi tersangka, sejumlah lainnya sedang kita dalami. Jadi yang enam ini dinilai alat buktinya sudah cukup,” ungkap Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar usai melaksanakan apel gabungan TNI-Polri untuk cipta kondisi, Senin, di Lapangan Timika Indah.

Apel gabungan untuk cipta kondisi, kata Kapolda, bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang sebelumnya sempat mengalami keresahan terkait adanya aksi massa non karyawan atau mantan karyawan PT Freeport Indonesia yang dinyatakan mengundurkan diri.

Selanjutnya, setelah pertemuan bersama pemerintah daerah dan Forkopimda pada Minggu (20/8)  malam, Kepolisian juga didukung penuh dalam mengambil langkah-langkah hukum terkait aksi anarkis yang dilakukan oknum massa non karyawan.

“Bagaimanapun hal-hal yang terjadi dalam dua hari kemarin terutama pada hari Sabtu, adalah tindakan-tindakan brutal yang tidak bisa di tolelir. Kami mendapat dukungan termasuk dari TNI dan pemerintah daerah untuk kita tegakkan hukum kepada mereka,” kata Kapolda. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment