Tiga Korban Penembakan Dievakuasi ke Nabire

Bagikan Bagikan


SAPA (Jayapura) - Tiga orang korban penembakan yang diduga dilakukan anggota Brimob di Kabupaten Deiyai dievakuasi ke Kabupaten Nabire, Papua.

Ketiganya dievakuasi dari dua rumah sakit yaitu RSUD Enarotali dan RSUD Madi dengan menggunakan pesawat, kata Kapolres Paniai AKBP Supriagung saat dihubungi dari Jayapura, Rabu (2/8).

ia mengatakan para korban penembakan dievakuasi agar mendapat perawatan lebih mengingat sarana dan prasarana yang ada di dua rumah sakit masih terbatas sehingga ketiganya dievakuasi ke Nabire.

"Mudah-mudahan kondisi ketiga korban kembali membaik setelah mendapat penanganan medis di RSUD Nabire," kata Supriagung.

Ketika ditanya tentang jenasah korban yang saat ini disemayamkan di Mapolsek Tigi, Kapolres Paniai yang wilayahnya meliputi Kabupaten Deiyai dan Paniai itu mengatakan, jenasah Yulius Pigai masih disemayamkan di Polsek Tigi yang jaraknya sekitar empat kilometer dari lokasi penembakan.

Saat ini sedang dilakukan dialog yang dihadiri Sekda Deiyai dan Dansat Brimob Polda Papua Kombes Matias Fakhiri, kata AKBP Supriagung.

Kapolres Paniai mengatakan kasus penembakan yang diduga dilakukan anggota brimob berawal saat masyarakat melakukan penyerangan kepada karyawan yang sedang melakukan pembangunan jembatan di kali Onaibo sehingga saat ini mereka sudah diungsikan.

Sebelum melakukan penyerangan ke camp, masyarakat sempat meminta tolong kepada karyawan camp untuk membawa warga yang tenggelam dikali namun ditolak dengan alasan takut disalahkan bila terjadi musibah.

Akibatnya sebelum tiba di rumah sakit korban meninggal sehingga warga mengamuk dan melakukan penyerangan terhadap karyawan, kata AKBP Supriagung.

Dia mengatakan anggota Brimob berupaya melerai namun makin anarkis dan menyerang dengan menggunakan panah dan parang serta batu.

"Anggota memang mengeluarkan tembakan peringatan namun ternyata ada yang mengenai empat orang, satu diantaranya meningal," kata AKBP Supriagung. (ANT)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment