Tim Kemendagri Konsolidasi Pemkab Mimika dan DPRD

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Direktur jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Sony Sumarsono MDM dalam rapat pengaktifan keanggotaan DPRD Mimika mengatakan, pihak Mendagri akan menempatkan 5 orang, 3 orang berasal dari Ditjen Otda Kemendagri dan 2 orang lainnya dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua untuk melakukan konsolidasi dan rekonsiliasi antara DPRD Mimika dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika selama satu bulan penuh untuk pemulihan sistem Pemerintahan di Mimika.

"Untuk itu disiapkan satu ruangan khusus untuk Tim yang tinggal yang pertama memfasilitasi proses konsilidasi kembali di DPRD dan memberikan asistensi percepatan Aparatur Sipil Negara dan dan politik yang akan bekerja sama dengan Forkopinda. Tim inilah yang akan memonitor dan mengawasi proses konsilidasi di Mimika selama satu bulan penuh," kata Sony.

Dikatakan Sony bahwa kedepan dewan mau berkoordinasi tidak perlu lagi ke Jakarta, atau demo-demo dan teriak di Jakarta. Cukup Tim yang ada di Timika dipanggil dan ceritakan apa yang akan dilakukan. Nantinya tim yang ditempatkan di Timika akan melaporkan persoalan tersebut kepada pihak Kementrian.

"Jangan malu dalam menyatakan segala sesuatu terkait dengak hak-hak DPRD, semua proses ini semua sudah ada dalam SK," kata Sony.

Sony menegaskan, DPRD memiliki hak sejak dilantik, selama lima tahun, apapun itu, dan juga hak protokol dan kewenangan gedung DPRD dikembalikan sebagai mana mestinya.

Tentunya proses ini semua akan dibicarakan implimentasi administratifnya yang akan dilakukan asistensi termasuk dalam konteks dalam APBD, karena dirinya melihat kas DPRD 0 Rupiah.

Untuk itu, 5 orang yang tergabung dalam Tim baik dari pusat dan provinsi ditugaskan tinggal di Timika selama satu bulan penuh. Tujuannya adalah untuk menyelesaikan semua yang masih bermasalah.

"Rakyat sudah jenuh dengan konflik. Rakyat sudah menunggu pengabdian anggota DPRD Kabupaten Mimika. Bangsa sudah menunggu pengabdian saudara-saudara anggota DPRD Kabupaten Mimika," kata Sony.

Ia mengatakan pemerintah pusat akan memonitor dan mengawasi  sampai betul-betul selesai semuanya. (Ricky Lodar/Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment