TNI-Polri Apel dan Konvoi Gabungan Antisipasi Keamanan

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Diperkirakan sekitar 550 personil TNI-Polri dikumpulkan di Lapangan Timika Indah dan melakukan apel gabungan cipta kondisi. Apel cipta kondisi pasca aksi anarkis massa non karyawan pada Sabtu 19 Agustus 2017 kemarin, dipimpin Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit. Usai melakukan apel gabungan, Kapolda bersama Pangdam melakukan konvoi bersama pasukan menggunakan kendaraan taktis mengelilingi sejumlah wilayah di Kota Timika dan sekitarnya.

Pada arahan yang disampaikan Pangdam dalam apel, mengatakan apel pasukan TNI-Polri dilakukan dalam rangka pengamanan situasi pasca aksi anarkis yang dilakukan kelompok massa non karyawan di beberapa lokasi seperti di Check Point 28, Terminal Bus Gorong-Gorong dan area Kantor PT Petrosea Tbk. Oleh karena itu, kata Pangdam, kegiatan apel kesiap-siagaan perlu untuk selalu dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan yang terjadi di Kabupaten Mimika, dan secara khususnya di Kota Timika.

“Kerusuhan perusakan yang dilakukan oleh oknum-oknum atau sekelompok orang yang tidak bertanggungjawab, dan mengakibatkan situasi dan kondisi di wilayah ini menjadi tidak tentram dan tidak baik. Ini harus senantiasa kita lakukan dalam rangka selalu siap mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi di wilayah kita,” kata Pangdam.

Keberadaan TNI-Polri tentunya untuk memberikan rasa aman dan damai ditengah-tengah masyarakat. Oleh Karena itu selain memberikan rasa aman kepada masyarakat, TNI dan Polri pun harus siap untuk mengamankan aset-aset yang dimiliki oleh pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan aset yang dimiliki pemerintah secara nasional.

Di Kabupaten Mimika tentunya terdapat terdapat PT Freeport Indonesia (PTFI), yang notabene merupakan aset nasional. Dikarenakan PTFI merupakan objek vital nasional, keberadaannya dan operasionalnya di Mimika menjadi bagian yang harus diamankan dari segala bentuk gangguan yang ada.

“Mau tidak mau, diminta tau tidak diminta, kita wajib untuk mengamankan aset-aset yang ada di daerah ini. Oleh sebab itu keberadaan kita disini harus bisa melakukan itu semuanya,” ujar Pangdam.
Sementara itu Kapolda Boy Rafli didalam arahannya, menyampaikan bahwa bentuk ancaman yang ada saat ini sangat bermacam-macam. Sehingga memerlukan adanya antisipasi dini dengan cara menyiagakan pasukan agar selalu siap jika kapanpun diperlukan.

Nantinya ketika mengetahui ada upaya yang mengancam aset dan kepentingan umum, apalagi kepentingan nasional yang dilakukan oleh segelintir orang maupun kelompok, maka dapat di eliminir secara cepat sehingga tidak berdampak luas.

“Bentuk-bentuk ancaman itu bermacam-macam, bisa dilakukan secara terorganisir, bisa dilakukan oleh kelompok-kelompok non step actor, bisa dilakukan oleh orang-orang yang dilakukan bagian dari kelompok kecil dalam masyarakat yang memang menginginkan kerusuhan,” terang Kapolda. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment