UNICEF Gelar Workshop Literasi Kelas Awal

Bagikan Bagikan




SAPA(TIMIKA) - Program kemitraan Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Kabupaten Mimika dengan pemerintan Australia (UNICEF-DFAT) mengadakan workshop literasi guru kelas awal untuk program peningkatan mutu baca tulis wilayah pinggiran dan terpencil pada Rabu (30/8), di Hotel Horison Ultima, Jalan Hasanudin. 

Acara workshop ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Mimika Yohanes Bassang yang ditandai dengan pemukulan Tifa. Acara ini pun dihadiri oleh Sekretaris Dispendasbud Kab Mimika Anton Bugaleng, Spesialis Pendidikan Tanah Papua,Tri Laksono serta sejumlah guru kelas awal.

Angga selaku Ketua Panitia dalam laporannya mengatakan, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Kabupaten Mimika sejak tahun 2015 telah bekerjasama dengan UNICEF dalam peningkatan  mutu baca tulis di wilayah pinggiran dan terpencil. Sebelum program baca tulis dilaksanakan, UNICEF sebelumnya telah melaksanakan bestland di 6 Kabupaten di Papua dan Papua Barat untuk mengukur tingkat kemampuan baca tulis kelas awal.

"Enam Kabupaten yang dimaksud yakni, Mimika, Jayapura, Jaya Wijaya, Biak, Manokwari, dan Sorong," kata Angga. 

Ada pun sekolah sasaran yang menjadi intervensi sebanyak 20 sekolah. Terbagi dalam dua pendampingan. 11 sekolah pinggiran dengan model pendampingan di setiap gugus, dan 9 sekolah yang terletak di wilayah terpencil menggunakan tenaga mentor yang selalu ada di sekolah untuk melakukan pendampingan kepada kepala sekolah dan guru kelas awal.

"Tujuan kegiatan ini adalah peserta saling mengenal sesama guru kelas awal dari 20 sekolah sasaran. Peserta dapat saling sharing pangalaman. Selama penerapan program literasi dari masing-masing sekolah  hingga paket, dapat memotivasi guru di sekolah lain dengan permasalahan yang sama. Guru-guru mendapatkan informasi baru yang nantinya bermanfaat dalam proses pembelajaran di masing-masing sekolah. Peserta dapat memahami dan mampu mengolah hasil test sebagai alat ukur kemampuan membaca pada siswa. Pemerintah Daerah dapat merespon baik program literasi dan dapat merevitalisasi di sekolah-sekolah di Kabupaten Mimika, " ungkapnya.

Kegiatan ini kata dia, akan berlangsung selama dua hari yakni tanggal 30-31 Agustus 2017. Dan peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut adalah sebanyak 20 sekolah sasaran program literasi. 60 guru kelas awal, 18  pelatih mentor dan narasumber. 

Praktisi Pendidikan tanah Papua Tri Laksono dalam sambutannya mengatakan, peran serta para guru sudah berhasil menurunkan jumlah presentase kelas awal yang tidak bisa membaca. Dalam waktu kurang lebih dua tahun, hadirnya program tersebut sudah berhasil menurunkan jumlah siswa yang tidak bisa membaca dari 61 persen menjadi 26 persen. Ini adalah angka untuk 6 Kabupaten.

"Khusus Kabupaten Mimika, pada tahun 2015 yang tidak bisa membaca 53 persen turun menjadi 21,62 persen. Ini adalah keberhasilan guru kelas awal, " katanya. 

Wakil Bupati Mimika Yohanes Basang dalam sambutan berpesan, para guru yang mengajar di daerah pedalaman, agar dapat menguatkan hati dan tidak cepat menyerah dalam berbagai kesulitan.

"Bahwa tugas yang diberikan adalah tugas mulia yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Dan ketika anda mampu mengurangi angka buta huruf, maka anda adalah orang hebat, " pungkas Wabub. (Albin) 
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment