Warga Temukan Mayat Mulai Membusuk

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) - Warga Iliale, Distrik Kuala Kencana dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan yang diketahui belakangan bernama Yekina Kogoya, pada Jumat 25 Agustus 2017. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah tampak mulai rusak dan mengeluarkan aroma tidak sedap.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan, SIK menerangkan, Jumat itu sekitar pukul 11.30 WIT ada seorang pelapor yang diketahui bernama Jota Jigibalon menyampaikan bahwa menemukan sesosok mayat wanita.

Dari keterangan pelapor, saat itu dirinya melintas disekitar lokasi ditemukannya jasad korban, dan mencium aroma tidak sedap. Bersamaan itu juga pelapor melihat terdapat sosok mayat yang diketahui wanita.

Karena ketakutan, pelapor keluar dari dalam hutan dan mencari orang lain untuk menyampaikan apa yang ditemukaannya itu. Saat itu pelapor bertemu dengan warga bernama Bail Yanengga dan Kiwe Wenda. Selanjutnya, mereka menyampaikan lagi informasi tersebut kepada Kepala Pos Polisi (Kapospol) Sub Sektor Kwamki Narama, Iptu Harikattang.

Setelah pihak kepolisian mendapatkan informasi itu, anggota Reskrim dan tim identifikasi Polres Mimika dipimpin Kasat Reskrim dan Kapospol Sub Sektor Kwamki Narama yang didampingi pelapor menuju lokasi ditemukannya mayat korban.

“Korban pertama kali ditemukan oleh Jota Jigibalon di Jalan Iliale tembus samping lapangan tembak Kaveleri-Mile 32. Saat itu kita cari kedalam hutan. Jarak dari jalan dimana jenazah ditemukan kurang kebih 900 meter. Setelah ditemukan langsung jenazah dievakuasi ke RSUD Mimika,” kata Kasat Reskrim, Sabtu (26/8).

Jenazah korban setelah tiba dikamar jenazah RSUD dan hendak dilakukan visum, keluarga korban malah meminta agar korban tidak di visum. Sebab, keluarga menganggap kondisi jenazah korban sudah tidak layak untuk di visum. Sehingga, jenazah kemudian langsung dimakamkam karena mengingat kondisi dari jenazah mulai hancur.

“Awalnya keluarga maunya harus dibakar, namun kita berupaya untuk memberikan pemahaman agar jenazah harus dikubur. Hal ini diterima oleh keluarga, dan malam itu juga sekitar pukul 23.00 WIT langsung dimakamkan,” jelas Kasat Reskrim.

Terkait kematian korban, kata Kasat Reskrim, walaupun sudah ada kesepakatan namun diperlukan adanya upaya antisipasi dan penggalangan, serta pendekatan kepada keluarga korban. Hal itu dilakukan agar tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan momen ini untuk dijadikan alasan berbuat hal-hal yang tidak diinginkan.


“Walaupun saat ini mereka sepakat untuk memakamkan korban dan berjanji tidak akan berbuat hal-hal yang bertentangan hukum, tetapi bisa saja momen atau kejadian ini dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memperkeruh suasana. Sehingga timbul perpecahan antara keluarga korban dengan keluarga suami korban,” kata Kasat Reskrim. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment